Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Peradilan kriminal bagi pengendara motor tak pakai helm
  • Rabu, 25 Oktober 2017 — 16:05
  • 958x views

Peradilan kriminal bagi pengendara motor tak pakai helm

”Anda dihukum bukan karena tidak menggunakan helm, tapi karena Anda telah gagal mematuhi undang-undang untuk melunasi denda Anda.”
Baliho kampanye keselamatan publik di Kepulauan Cook. – RNZI/ Walter Zweifel.
RNZI
[email protected]abloidjubi.com
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Avarua, Jubi – Kaum muda di Kepulauan Cook akan menghadapi peradilan kriminal jika mereka tidak membayar denda tilang (bukti pelanggaraan) karena tidak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor.

Pemerintah memutuskan pengendara sepeda motor berusia 16 sampai 25 tahun diwajibkan memakai helm. Mereka yang tidak mematuhi peraturan ini dan tertangkap akan dikenai sanksi denda, dan jika mereka gagal membayar denda, mereka akan dibawa ke pengadilan.

Ini adalah bagian dari upaya pemerintah Kepulauan Cook mengurangi kematian akibat kecelakaan lalu lintas hingga nol dan mengurangi jumlah korban luka parah hingga 50% pada tahun 2020.

Tahun lalu, mereka memperkenalkan kembali undang-undang yang mewajibkan pengendara sepeda motor muda dan wisatawan memakai helm saat duduk diatas sepeda motor yang sedang bergerak.

Namun, Sersan Maeva Kirikava mengatakan polisi masih sering melihat banyak pengendara motor yang mengabaikan peraturan tersebut.

“Kami menjalankan pemeriksaan harian dan membuka pos-pos pemeriksaan dan kami selalu menangkap pelanggar peraturan di pos pemeriksaan ini. Kita menangkap sekitar dua atau tiga orang per hari. Beberapa dari mereka membayar denda, tapi ada beberapa juga yang tidak dan merekalah yang berakhir di pengadilan.”

Dalam lima bulan terakhir, 15 pengendara sepeda motor muda dilaporkan dibawa ke pengadilan karena tidak membayar denda yang menelan biaya hingga $70.

Sersan Kirikava mengatakan mereka yang menerima denda diberi waktu tujuh hari untuk melunasinya.

“Jika mereka gagal melunasi dendanya tepat waktu, pihak kepolisian diwajibkan untuk menyiapkan semua dokumentasi dan mengajukan tuntutan di pengadilan tinggi.

”Anda dihukum bukan karena tidak menggunakan helm, tapi karena Anda telah gagal mematuhi undang-undang untuk melunasi denda Anda.”

Sersan Kirikava mengatakan orang tua perlu mendidik anak-anaknya lebih baik dalam peraturan penggunaan jalan umum.

“Kami telah menjalankan program edukasi di sekolah-sekolah, kami coba untuk menekankan pentingnya mengenakan helm dan kami telah melakukannya setiap empat kali setahun. Yang ingin kami lihat bahwa peraturan ini diwajibkan bagi semua pengendara sepeda motor, tidak hanya yang berusia antara 16 dan 25." ujarnya.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Kekurangan gizi dan obesitas tantangan negara-negara SIDS

Selanjutnya

Akibat erupsi gunung api, warga lokal terpaksa konsumsi kelapa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe