Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Rekonsiliasi iTaukei dengan keturunan Indo-Fiji di Fiji
  • Rabu, 25 Oktober 2017 — 16:16
  • 388x views

Rekonsiliasi iTaukei dengan keturunan Indo-Fiji di Fiji

“Sebagian besar dari kita dapat hidup berdampingan dengan baik. Bahkan pasca kudeta, hubungan antar-ras di daerah barat tidak memburuk”, katanya.
Keturunan girmitiyah berkumpul dalam salah satu upacara rekonsiliasi – ABC Australi /Ben Daveta.
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Ba, Jubi – Pada bulan Mei 1884, kapal dari Syria kandas di terumbu karang Nasilai di Fiji dan penduduk setempat membantu menyelamatkan dan menyediakan tempat tinggal bagi korban yang selamat.

Namun sesuatu yang dimulai dengan penduduk asli iTaukei menyelamatkan korban asal India yang selamat dari kapal karam 133 tahun yang lalu itu kini telah berubah menjadi sebuah gerakan menuju rekonsiliasi yang diharapkan dapat memberi dampak positif bagi masa depan Fiji.

Pada awal tahun ini, keturunan pekerja kontrak India, atau girmityas, yang berhasil selamat dari kecelakaan yang terjadi di dekat Suva itu diakui sebagai ‘luvendra na ratu’ atau anak-anak kepala suku.

Pada bulan Mei kemarin, sebuah upacara adat mengadopsi keturunan girmityas sebagai bagian dari vanua atau masyarakat Rewa dipimpin oleh Kepala Suku Besar Dreketi, Ro Teimumu Kepa, dan kepala Konfederasi Burebasaga dalam Dewan Kepala-Kepala Suku Fiji.

Dia mengatakan bahwa walaupun terkadang ada ketegangan diantara orang-orang iTaukei atau pribumi Fiji dengan keturunan orang Indo-Fiji yang dibawa ke Fiji oleh Inggris dulunya untuk bekerja di perkebunan tebu, hubungan pribadi antara kedua kelompok ini umumnya baik.

“Mereka yang berada di tingkat akar rumput, umumnya memiliki hubungan yang sangat baik, setidaknya hingga menjelang pemilihan saat para politisi mulai masuk”, kata Teimumu Kepa kepada ABC.

Upacara pertama di bulan Mei itu telah direplikasi di sebelah barat pulau utama Fiji, Viti Levu, dengan sebuah upacara di Nadi dimana Kepala-Kepala Adat di Provinsi Ba juga menyematkan status ‘luvendra na ratu’ kepada keturunan girmitya di daerah tersebut.

Baik bangsa pribumi iTaukei termasuk Kepala-kepala suku dan kaum Indo-Fiji berpartisipasi dalam upacara tersebut dimana keturunan girmitya menyajikan kepala suku dengan tiga gigi paus sebagai hadiah seremonial.

Salah satu keturunan Indo-Fiji yang turut ambil bagian, Jagganath Sami, mengatakan hubungan antara dua komunitas utama Fiji di sebelah barat Pulau Viti Levu telah berlangsung harmonis untuk waktu yang lama, dan terus berkembang menjadi semakin baik setiap saatnya.

“Sebagian besar dari kita dapat hidup berdampingan dengan baik. Bahkan pasca kudeta, hubungan antar-ras di daerah barat tidak memburuk”, katanya.

Jese Saukuru, juru bicara Dewan Kepala-Kepala Suku di Ba, sependapat, mengatakan pemberian gelar tradisional ini akan membantu membuat hubungan antar-ras di Ba jauh lebih mudah ke depannya, selain itu ini juga akan membantu meredakan ketegangan atas kepemilikan lahan, terutama di industri tebu dan gula.

“Apa yang akan terjadi sekarang adalah mereka telah diterima oleh pemimpin kita ... ini akan meresap hingga ke akar rumput di mana Anda akan melihat pemilik tanah dari sisi iTaukei akan menjalin hubungan dekat dengan para penyewa, kebanyakan mereka adalah orang Indo-Fiji atau keturunan girmityas, luvendra na ratu”.(ABC/Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Akibat erupsi gunung api, warga lokal terpaksa konsumsi kelapa

Selanjutnya

Bagaimana Jurnalis bicara soal perubahan iklim Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe