Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Biaya angkutan barang di kampung ini jauh lebih mahal dari bahan bangunan
  • Kamis, 25 Oktober 2017 — 20:17
  • 325x views

Biaya angkutan barang di kampung ini jauh lebih mahal dari bahan bangunan

Mereka harus mengeluarkan uang Rp 15 juta sebagai biaya angkut batu merah sebanyak 6 ribu biji, untuk bahan pembangunan beberapa rumah warga dan balai kampung.
Mayarakat Kampung Wagai sedang siap mengangkut batu merah untuk dinaikkan ke atas kapal – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Boven Digoel – Harga sewa kapal untuk mengangkut batu merah di Kampung Wagai, Distrik Subur, Kabupaten Bowen Digul, jauh lebih mahal dari harga batu merah. Mereka harus mengeluarkan uang Rp 15 juta sebagai biaya angkut batu merah sebanyak 6 ribu biji, untuk bahan pembangunan beberapa rumah warga dan balai kampung.

 “Biaya angkut itu jauh lebih mahal dari harga batu merah yang kami dibeli dari Asiki Rp 1.200 per biji,” kata Primus Posan, seorang warga di kampung Wagai, saat ditemui Jubi di Asiki Rabu (25/10/2017).

Ia menjelaskan jika ditotal  biaya beli batu merah merah  hanya Rp 7,2 juta. “Hanya separuh dari biaya angkut,” kata Primus menjelaskan.

Pada hari Rabu itu ia langsung mengangkut dengan kapal menuju kampungnya, karena untuk kegiatan pembangunan rumah serta balai kampung yang harus dilaksanakan.

Tercatat, masyarakat di Kampung Wagai berjumlah 88 keluarga, mereka membangun perumahan secara bertahap dalam dua tahun terakhir dibiayai oleh dana desa.

“Total rumah yang sudah dibangun dari dana desa  sebanyak 32 unit,” katanya.

Ia mengaku merasa terbantu dengan adanya dana desa dari pemerintah pusat, karena berbagai kegiatan pembangunan dapat dijalankan.

Kepala Urusan Pemerintahan Kampung Wagai, Petrus Posan mengakui kondisi tersebut. Minimnya akses dan infrastruktur jalan darat menjadi kendala distribusi kebutuhan barang untuk warga. “Satu-satunya transportasi menuju ke kampung kami hanya bisa dijangkau dengan jalur air,”kata Petrus.

Ia  menjelaskan, untuk dapat membawa barang material maupun kebutuhan pokok lain dengan jumlah banyak, harus menyewa kapal dari Asiki, ibukota Distrik Jair- Boven Digoel.

Sedangkan perjalanan dari Asiki menuju Kampung Wagai kurang lebih lima jam. “Kami menyewa kapal agar dapat membawa batu merah sebanyak 6 ribu biji,” kata Petrus menambahkan.

Menurut dia, pembangunan perumahan maupun balai kampung tersebut  dari dana desa yang dikucurkan tahun ini sekitar Rp 1 miliar lebih. “Sebagian dana telah kami cairkan dan dimanfaatkan membeli batu merah dari Asiki selanjutnya di angkut dengan kapal menuju kampung,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelayanan heli di Yahukimo dinilai cukup membantu

Selanjutnya

Gambir menjadi komoditas ekonomi sebagian masyarakat Mappi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe