Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Gambir menjadi komoditas ekonomi sebagian masyarakat Mappi
  • Kamis, 25 Oktober 2017 — 20:14
  • 253x views

Gambir menjadi komoditas ekonomi sebagian masyarakat Mappi

Setiap hari mereka keluar masuk hutan menebang pohon gambir dan mengambil kulit untuk diolah.
Gambir milik masyarakat ang dikemas dalam karung dan siap untuk dijual - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Mappi- Masyarakat di enam kampung di Distrik Edera, Kabupaten Mappi mengandalkan gambir sebagai mata pencaharian pokok. Setiap hari mereka keluar masuk hutan menebang pohon gambir dan mengambil kulit untuk diolah.

“Kami dicincang kulit kemudian dijemur,” kata Selestinus Momoro, salah seorang warga Bade-Distrik Edera  saat ditemui Jubi Rabu (25/10/2017).

Ia menuturkan, setiap hari pasti masyarakat dari kampung dalam wilayah distrik Edere turun ke Bade, ibukota Distrik Edera menjual gambir yang telah dikeringkan.

Biasanya, masyarakat sekali angkut mencapai 500 kilo gram untuk dijual ke pengepul dengan harga Rp 3.000 per kilo gram. Pengolahan dan produksi gambir tidak terlalu rumit, mereka hanya mengambil pohon gambir dari hutan yang jaraknya jauh dari kampung.

“Mau tidak mau masyarakat  pergi mencari sekaligus menebang agar bisa mengambil kulitnya,” kata Momoro, menjelaskan.

Saat cuaca cerah produksi gambir hanya memerlukan waktu sepekan, karena proses pengeringan kulit kayu lebih mudah. “Gambir sudah bisa kering dan dikemas dalam karung dibawa dan dijual ke beberapa penadah di Bade,” katanya.

Keberadaan gambir itu menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat , setiap hari selalu ada   masyarakat menjual gambir yang selama ini menjadi komoditas memenuhi ekonomi dan kebutuhan hidup mereka.

Yoseph Suebu, warga pembuat gambir lainnya menceritakan, proses pengeringan gambir yang dilakukan masih sederhana. “Hanya mengandalkan sinar matahari,” kata Yoseph.

Hal ini merepotkan, karena saat  musim hujan masyarakat kesulitan memproduksi. Meski ia mengaku selain gambir ada beberapa komoditas lain sebagai sumber pendapatan, namun mereka lebih banyak memilih mengeluti gambir.

“Karena proses pengolahan tidak terlalu rumit,” katanya.

Dia berharap  agar Pemerintah Kabupaten Mappi  turun tangan terlibat menentukan harga jual gambir di desanya. Hal itu dinilai penting untuk menghargai produksi mereka yang selama ini sangat sulit dan harus mencari bahan baku di tengah hutan yang jauh dari perkampungan. (*)

loading...

Sebelumnya

Biaya angkutan barang di kampung ini jauh lebih mahal dari bahan bangunan

Selanjutnya

Pekerja bongkar muat pelabuhan Bade minta kenaikan tarif

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe