Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Harga getah karet anjlok, petani Mappi berhenti menyadap
  • Kamis, 25 Oktober 2017 — 20:23
  • 784x views

Harga getah karet anjlok, petani Mappi berhenti menyadap

Semangat mereka surut hasil sadapan mereka hanya dihargai Rp 5 ribu per kilo gram.
Pobhon karet milik masyarakat di sepanjang jalan di beberapa kampung di Distrik Edera, Kabupaten Mappi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Mappi, Jubi-  Anjloknya harga getah karet sejak setahun terakhir membuat sebagian masyarakat dari enam kampung, di wilayah distrik Edera, Kabupaten Mappi, enggan menyadap. Semangat mereka surut hasil sadapan mereka hanya dihargai Rp 5 ribu per kilo gram.

“Itu menyurutkan semangat warga yang biasanya rutin menyadap getah tiap hari,” kata Kepala Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Yakobus Kontaray, kepada Jubi Rabu (25/10/2017).

Menurut dia, rata-rata warga punya lahan pohon karet antara 3 hingga 5 hektare yang seharusnya rutin disadap. Harga jual yang hanya Rp 5 ribu per kilo itu dinilai tak wajar dari harga biasanya yang sebelumnya mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilo gram.

“Katanya ini  efek harga karet dunia menurun. Sehingga harga di masyarakat ikut turun,” kata Kontaray, menjelaskan.

Produksi karet di Distrik Edera sudah dilakukan sejak tahun 1970, hal itu menjadi komoditas penting masyarakat setempat. Namun sekarang mulai ditinggalkan dan beralih mengolah gambir.

Yulianus Aun, seorang warga Bade mengakui jika masyarakat tidak menyadap getah karet lagi karena harga yang turun drastis.

“Memang kalau beberapa tahun silam masyarakat sangat antusias menyadap getah, karena harga  mencapai belasan ribu per kilo gram,” kata Yulianus.

Namun ketika harga anjlok mer ada semangat menyadap ,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemkab Mappi bangun mako Brimob III di Bade

Selanjutnya

Staf distrik di Mappi pantau dana desa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6267x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5849x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4012x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe