Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Penembakan di Freeport, legislator Papua sarankan polisi telusuri OPM
  • Rabu, 25 Oktober 2017 — 21:35
  • 4205x views

Penembakan di Freeport, legislator Papua sarankan polisi telusuri OPM

"Sudah ada pihak yang mengklaim sebagai pelaku, dengan alasan perjuangan Papua merdeka. Saya sebut mereka gentle, mereka menyebutkan lokasi dan meminta aparat keamanan tidak mengganggu rakyat sipil," kata Kadepa ketika menghubungi Jubi, Rabu (25/10/2017) petang.
Ilustrasi aparat keamanan di area PT Freeport Indonesia - IST
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, polisi perlu menelusuri dan menghadapi pihak yang mengklaim Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III pimpinan Jack Millian dan bertanggung jawab terhadap serangkaian penembakan di area PT Freeport Indonesia (PTFI) beberapa hari terakhir.   

Ia mengatakan, pascapenembakan beruntun di area PTFI, beredar di media sosial video dan surat dari pihak yang menyatakan diri kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodam III. Dengan pengakuan itu aparat keamanan dapat fokus mengejar pihak yang bertanggung jawab, sehingga tidak membias dan mengorbankan masyarakat sipil yang tidak tahu masalah.

"Sudah ada pihak yang mengklaim sebagai pelaku, dengan alasan perjuangan Papua merdeka. Saya sebut mereka gentle, mereka menyebutkan lokasi dan meminta aparat keamanan tidak mengganggu rakyat sipil," kata Kadepa ketika menghubungi Jubi, Rabu (25/10/2017) petang.

Menurutnya, kini tidak perlu lagi menduga siap pelaku penembakan dengan menyebut kelompok kriminal bersenjata, kelompok bersenjata, orang tak dikenal dan lainnya. 

"Saya khawatir duga-dugaan itu akan menyebabkan rakyat sipil korban. Apalagi pihak Kodam XVII/Cenderawasih telah menyatakan siap menerjunkan pasukannya membantu polisi mengejar pelaku penembakan di area Freeport," ujarnya.

Mengenai adanya informasi yang menyebut aparat keamanan membakar kamp masyarakat di Utikini, ketika mengejar pelaku penembakan beberapa hari lalu, kata Kadepa, ia belum mendapat laporan resmi mengenai hal itu. 

"Saya juga dengar informasi itu, tapi saya belum punya data. Namun kalau ini benar dan ada warga yang ikut terbakar seperti informasi yang beredar, polisi harus mengklarifikasi dan bertanggungjawab," katanya.

Dikutip dari BeritaBenar, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal membantah informasi pembakaran kamp warga itu.

Menurutnyanya, di Utikini, Brimob melakukan pemeriksaan rumah yang sudah ditinggalkan oleh kelompok bersenjata, sehingga aparat brimob tidak menemukan warga.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhammad Aidi Nubic mengatakan, pihaknya siapa membantu polisi mengejar kelompok bersenjata yang menyerang anggota brimob Polda Papua di area Freeport beberapa hari belakangan. 

Namun menurutnya, hingga kini Kodam tidak membantu, karena kepolisian belum meminta bantuan pasukan. 

"Namun Pasukan TNI AD tetap stand by di pos-pos terdekat dan siap maju jika polisi minta bantuan. Saat ini pasukan pemukul Kodam Cenderawasih di pos terdekat adalah Yonif 754 yang berkedudukan di Timika," kata Kol Inf M Aidi Nubic kepada MNC Media, Selasa (24/10/2017).

Katanya, pasukan Yonif 754 ini bagian dari Brigade Infanteri 20/Ima Jaya Keramo yang telah berkualifikasi Raider. (*) 

loading...

Sebelumnya

Pembentukan pansus pilgub, DPRP tunggu hasil konsultasi KPU

Selanjutnya

Kasus pencucian uang, Polda Papua tahan mantan Bupati Tolikara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe