Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Senin depan, Solidaritas Anti Miras dan Narkoba akan duduki kantor wali kota
  • Kamis, 26 Oktober 2017 — 17:35
  • 1077x views

Senin depan, Solidaritas Anti Miras dan Narkoba akan duduki kantor wali kota

Solidaritas Anti Miras dan Narkoba akan menduduki kantor wali kota dan DPRD kota Jayapura, Senin (30/10/2017), untuk mendesak Wali Kota Benhur Tomi Mano (BTM) agar mencabut izin penjualan minuman beralkohol (minol).
Solidaritas Anti Miras dan Narkoba ketika jumpa pers di Jayapura, Rabu (25/10/2017) sore – Jubi/Timo Marten
Timoteus Marten
timo@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi – Solidaritas Anti Miras dan Narkoba akan menduduki kantor Wali Kota dan DPRD kota Jayapura, Senin (30/10/2017), untuk mendesak Wali Kota Benhur Tomi Mano (BTM) agar mencabut izin penjualan minuman beralkohol (minol).

Koordinator Solidaritas Anti Miras dan Narkoba, Yulianus Mabel, mengatakan minol merupakan racun untuk memusnahkan orang Papua, sehingga izin penjualannya harus dicabut.

Menurutnya, Papua tidak mempunyai tradisi mengkonsumsi minol. Minuman ini justru dipaksakan oleh oknum-oknum tertentu masuk ke Papua untuk mengacaukan generasi muda, sehingga mengakibatkan tindakan kriminal, seperti, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Pertanyaannya, mengapa pemkot melindungi pengusaha miras untuk terus melakukan usaha penjualan miras di tanah Papua?” katanya, di Jayapura, Rabu (25/10/2017).

Pihaknya berkomitmen untuk tetap menduduki kantor wali kota hingga izin penjualan minol dicabut.

“Sepanjang wali kota belum mencabut izin, kami akan tetap menduduki kantor wali kota. Kami mohon dukungan kepada lima denominasi gereja, mahasiswa, dan masyarakat Papua untuk berpartisipasi memberantas miras,” katanya.

Di tempat yang sama, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen), Lazarus Entama, mengatakan setelah aksi di balai kota, mereka akan membuat tim yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, dan pemuda.

“Kita pasang di seluruh kota Jayapura. Siang-malam kita aksi. Ketika ada masalah di lapangan, itu urusan gubernur. Karena kita lihat selama ini polisi tidak bisa masuk ke kampung-kampung dan lorong untuk berantas miras. Penjual terus berjualan sampe pagi. Kita akan langsung ambil alih,” katanya.

Kapolresta Jayapura, AKBP Tober Sirait, ketika dikonfirmasi Jubi, Rabu (25/10/2017) malam, melalui selulernya membenarkan rencana aksi tersebut. Kepolisian juga sudah menerima surat pemberitahuan aksi.

“Surat sudah masuk, tapi kita akan bicarakan lagi. Kita akan undang mereka untuk bicarakan hal ini. Mereka sudah melakukan aksinya. Masa aksi tiap minggu?” katanya.

Ketika disinggung soal pengamanan untuk mengawal aksi massa, ia enggan berkomentar, sebab hal tersebut masih harus didiskusikan lagi. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Korban kebakaran Weref kekurangan pakaian dan selimut

Selanjutnya

Ada kepentingan apa larang noken bermotif BK?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe