Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. OJK kembali hentikan 14 investasi bodong
  • Kamis, 26 Oktober 2017 — 15:01
  • 869x views

OJK kembali hentikan 14 investasi bodong

Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Oktober ini kembali menghentikan 14 kegiatan investasi illegal yakni penghimpunan dana yang terindikasi tidak mempunyai izin dan mengandung unsur penipuan alias investasi bodong.
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua - Jubi
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Oktober ini kembali menghentikan 14 kegiatan investasi ilegal yakni penghimpunan dana yang terindikasi tidak mempunyai izin dan mengandung unsur penipuan alias investasi bodong.

“Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan usaha 62 entitas. Penghentian kegiatan investasi bodong tersebut bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan memberikan informasi terkait entitas yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Provinsi Papua yang juga Kepala Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, kepada Jubi, Rabu (26/10/2017).

Empatbelas investasi bodong ini belum ditemukan tapi tak menutup kemungkinan investasi tersebut sudah beroperasi di Papua. Karenanya, pihak OJK bergerak cepat untuk menutup usaha investasi ilegal tersebut dan mengimbau masyarakat agar sebelum berinvestasi sebaiknya mencari informasi dulu sebanyak-banyaknya.

"Jikalau menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan kepada kami," ujarnya.

Iapun tak memungkiri bahwa kegiatan investasi ini layaknya demand dan supply. Sepanjang ada permintaan, penawaran akan terus muncul dan akan terus dilakukan edukasi.

“Mudah-mudahan masyarakat Papua tidak terpengaruh dengan bujukan investasi seperti ini,” katanya.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, mengatakan penghentian kegiatan usaha tersebut karena tidak berizin.

"Pertimbangannya, mereka tidak mempunyai izin usaha penawaran produk serta penawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal," kata Tongam, melalui siaran persnya.

Tongam menuturkan sejak Januari–Oktober 2017, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan usaha 62 entitas. Penghentian kegiatan investasi bodong tersebut bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat bahwa entitas tersebut tidak memiliki izin dan berpotensi merugikan masyarakat. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Gambir menjadi komoditas ekonomi sebagian masyarakat Mappi

Selanjutnya

OJK minta masyarakat waspadai investasi tak berizin 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe