Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. OJK minta masyarakat waspadai investasi tak berizin 
  • Kamis, 26 Oktober 2017 — 16:05
  • 537x views

OJK minta masyarakat waspadai investasi tak berizin 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, mengingatkan masyarakat untuk lebih barhat-hati dalam berinvestasi. Di Papua telah muncul, investasi kelompok yang tidak jelas atau tidak mempunyai izin resmi alias bodong yaitu investasi mega profit. 
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua - Jubi
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, mengingatkan masyarakat untuk lebih barhat-hati dalam berinvestasi. Di Papua telah muncul, investasi kelompok yang tidak jelas atau tidak mempunyai izin resmi alias bodong yaitu investasi mega profit. 

“Sore ini kami sudah melaporkannya ke Satgas Waspada Investasi di Jakarta, untuk dimintakan penelitian serta perizinannya dari investasi yang berpusat di Abepura. Kami yakin ini investasi yang sama, karena modusnya sama dengan yang sudah ditutup,”ujarnya.

Menurut Misran ada dua hal yang harus diketahui dan diantisipasi masyarakat dalam melihat investasi yaitu 2L, Legal dan Logis. 

Legal, kata Misran, investasi itu harus mempunyai izin dari otoritas seperti izin prinsip dan usaha, bukan hanya dari OJK tetapi juga dari Kemendag dan BKPM serta OJK untuk perhimpunan dana. 

Logis, lanjut Misran, apakah investasi itu menawarkan return atau profit logis jika dibandingkan profit yang legal seperti saham dan deposito.

”Biasanya deposito perbankan paling besar memberikan memberikan profit 7-8 persen per tahun dan saham 11-12 persen,” katanya.

Ciri selanjutnya, kata Misran, investasi itu menggunakan tokoh masyarakat untuk menarik ‘nasabah’ dan mencomot logo pemerintah, seperti OJK atau BI, untuk menegaskan perizinannya. 

“Sayangnya masyarakat malas melakukan kroscek semua informasi ini sebelum berinvestasi karena merasa untung terlebih dahulu dan mendapatkan profit seperti yang dijanjikan,” tegasnya.

Misran berharap masyarakat harus paham akan 2L ini. Pihaknya akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi untuk menolak akan adanya investasi ilegal. 

Sebelumnya, Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan Oktober ini menghentikan 14 kegiatan penghimpunan dana yang terindikasi bodong atau tidak mempunyai izin. 

"Pertimbangannya, mereka tidak mempunyai izin usaha penawaran produk serta penawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing. (*)

 

loading...

Sebelumnya

OJK kembali hentikan 14 investasi bodong

Selanjutnya

Stok melimpah, harga bawang di tingkat grosir turun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe