Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sektor lain di Papua akan dikembangkan untuk PAD
  • Kamis, 26 Oktober 2017 — 18:07
  • 414x views

Sektor lain di Papua akan dikembangkan untuk PAD

"Ikan tuna ini dapat dilakukan dalam sistem pengelolaan mentah juga kemasan, karena saya lihat ada perusahaan pengalengan ikan di Sorong, Papua Barat dengan investor dari Korea. Papua juga bisa melakukan itu," kata Mandenas, Kamis (26/10/2017).
Ilustrasi kantor salah satu BUMD milik Pemprov Papua - Jubi/Arjuna Pademme 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas mengatakan, Pemprov Papua perlu fokus mengembangkan sektor lain semisal perikanan, perkebunan, dan pertanian untuk menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengatakan, pemprov dapat membuat industri perikanan di Papua untuk pengelolaan ikan tuna dan lainnya, sehingga tidak perlu lagi melalui jalur Jakarta ketika akan mengirim ikan, tapi dapat diekspor langsung ke negara lain. 

"Ikan tuna ini dapat dilakukan dalam sistem pengelolaan mentah juga kemasan, karena saya lihat ada perusahaan pengalengan ikan di Sorong, Papua Barat dengan investor dari Korea. Papua juga bisa melakukan itu," kata Mandenas, Kamis (26/10/2017).

Menurutnya, sektor pertanian di Papua selama ini belum mengalami perkembangan untuk industri pertanian. Ini juga dapat dikembangkan. Salah satu kabupaten yang memiliki potensi itu adalah Merauke. 

"Daerah Wamena untuk sayur dan kopi, Keerom kelapa sawit, tinggal dilakukan peremajaan terhadap pohon sawit di Keerom. Kabupaten lain, disesuaikan dengan potensi daerahnya," ujarnya.

Katanya, fungsi pemerintah sebagai fasilitator harus berjalan, dalam rangka mendukung dan menunjang pertumbuhan ekonomi,  yang akan berdampak pada PAD. 

"BUMD yang hingga kini tidak profesional, saya pikir harus lebih profesional dalam pengelolaannya. BUMD tidak semestinya dikelola dengan standar kemampuan daerah saja, karena dari setiap BUMD yang ditarget adalah PAD," katanya.

Dikatakan, BUMD ini tidak hanya mengharapkan dukungan finansial dari penyertaan modal pemerintah daerah setiap tahun anggaran dengan nominal Rp27-70 miliar bahkan hingga Rp100 miliar.

Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan, menutup lima perusahaan milik daerah karena dinilai tidak memberikan keuntungan terhadap Pemprov Papua, selaku pemegang saham. Kelima perusahaan daerah itu yakni PT Percetakan Rakyat Papua (PRP), PT Papua Lintas Nusantara, PT Semen Papua, PT Listrik Papua dan PT Emas Papua.

"Saya tutup karena perusahaan ini tidak bisa memberikan kontribusi justru membuat utang," kata Enembe, kepada wartawan usai rapat tertutup dengan sejumlah pimpinan perusahan daerah pekan lalu. 

Ia berpesan supaya para pimpinan perusahaan tetap membayar hak-hak karyawan. "Kita punya tugas membayar karyawan, kita akan selesaikan itu," ujarnya.

Selain itu ia memerintahkan Kepala Biro Hukum membawa penutupan lima perusahaan daerah yang bangkrut itu ke pengadilan. 

Tercatat saat ini Pemerintah Provinsi Papua masih mempertahankan PT Irian Bhakti Mandiri Holding Company. (*)

loading...

Sebelumnya

PTUN dinilai tak berhak batalkan perdasi minol di Papua 

Selanjutnya

Legislator kursi Otsus akan dilantik akhir November 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe