Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Penginjil minta dibangun RS Sentral Korowai di Danowage
  • Kamis, 26 Oktober 2017 — 18:23
  • 1079x views

Penginjil minta dibangun RS Sentral Korowai di Danowage

"Kami menyampaikan terima kasih kepada tim Kementrian Kesehatan dan tim terpadu Dinas Kesehatan Provinsi Papua, yang mengunjungi Korowai untuk melakukan pendataan dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Ini tandanya pemerintah sudah buka mata untuk masalah kesehatan di Korowai," katanya, mengulangi penyampaiannya ketika bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe dan tim terpadu Provinsi Papua, bersama Kementerian Kesehatan saat mengunjungi Danowage, Senin, (23/10/2017), lalu.
Jimmy Weyato dan Pdt. Trevor saat melakukan pelayanan kesehatan di kampung Ayak Distrik Kolofbrasa Kabupaten Asmat. - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Danowage, Jubi - Jimmy Weyato, seorang guru perintis sekaligus penginjil di Korowai, Rabu (25/10/2017), di Danowage, meminta Kementerian Kesehatan dan Gubernur Provinsi Papua, agar membangun Rumah Sakit (RS) Sentral Korowai di Danowage, sebagai pusat pelayanan kesehatan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada tim Kementerian Kesehatan dan tim terpadu Dinas Kesehatan Provinsi Papua, yang mengunjungi Korowai untuk melakukan pendataan dan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Ini tandanya pemerintah sudah buka mata untuk masalah kesehatan di Korowai," katanya, mengulangi penyampaiannya ketika bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe dan tim terpadu Provinsi Papua, bersama Kementerian Kesehatan saat mengunjungi Danowage, Senin, (23/10/2017), lalu.

Lanjutnya, Danowage sudah seperti pusat pelayanan kesehatan, yang mana menjadi tempat Pdt. Trevor dan Teresa melayani masyarakat Korowai.

"Mereka datang berobat dari beberapa kampung yang ada di sekitar Korowai baik Kampung Burukmahkot, Okhmakot dan Ayak, juga beberapa kampung yang berbatasan dengan empat Kabupaten yakni Asmat, Yahukimo, Boven Digoel dan Mappi," jelasnya.

"Kami di sini butuh rumah sakit dengan petugas tetap yang siap melayani pasien setiap hari. Kami tidak mau tim atau Dinas Kesehatan datang dan pergi tiap bulan, karena itu tidak akan menurunkan angka kematian masyarakat Korowai," tambahnya.

Ia menyampaikan di Danowage sendiri sudah ada lapangan terbang, sehingga pasien darurat bisa dievakuasi secepatnya mengunakan pesawat menuju rumah sakit besar, seperti RS Yawari Sentani, RS Wamena dan RS Tanah Merah.

"Kalau Dinas Kesehatan empat kabupaten tidak peduli dengan daerah perbatasan Korowai, katanya Pemprov Papua akan memotong dana kesehatan untuk membangun rumah sakit di Danowage, karena masyarakat membutuhkan itu," sampainya.

Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe mengingatkan kepada empat kabupaten dalam hal ini Dinas Kesehatan Yahukimo, Asmat, Boven Digoel dan Mappi agar jangan hanya saling mengklaim wilayah, tapi harus memperhatikan orang-orangnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Gubernur Papua: Kesehatan dan pendidikan diprioritaskan di Korowai

Selanjutnya

Imasepa di Jabar merayakan Natal sekaligus Rakor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe