Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Polda Papua sebut ada pihak yang tak ingin Mimika kondusif
  • Kamis, 26 Oktober 2017 — 19:13
  • 1470x views

Polda Papua sebut ada pihak yang tak ingin Mimika kondusif

"Isu itu tidak benar. Ini ulah orang-orang ingin membuat keadaan di Mimika tidak kondusif dengan membalikkan fakta," kata A.M. Kamal, Rabu (25/10/2017).
Ilustrasi brimob berjaga di Freeport - Jubi/IST
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan, ada pihak yang ingin membuat kondisi di Mimika semakin tidak kondusif pascaserangkaian penembakan di area tambang PT Freeport Indonesia dalam beberapa hari terakhir. 

Ia mengatakan, salah satu caranya dengan membalikkan fakta dan menuduh pihak kepolisian membakar tempat tinggal masyarakat di daerah Utikini, Tembagapura ketika anggota kepolisian mengejar pelaku penembakan yang delapan anggota Brimob terluka, tiga warga sipil, dan satu anggota Brimob meninggal dunia.

"Isu itu tidak benar. Ini ulah orang-orang ingin membuat keadaan di Mimika tidak kondusif dengan membalikkan fakta," kata A.M. Kamal, Rabu (25/10/2017).

Ia mengingatkan masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang tidak jelas asal-usulnya di media sosial. Apalagi dalam hal ini pihak kepolisian yang menjadi korban.

"Sebenarnya kami ini yang kena musibah, tapi kami yang dituduh," ujarnya. 

Selain itu kata Kombes (Pol) A.M. Kamal, Polda Papua melalui Polres Mimika telah membentuk tim untuk mengejar kelompok dalam video yang beredar di media sosial, yang mengklaim sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III pimpinan Jack Millian Kemong, dan menyatakan bertanggung jawab terhadap serangkaian aksi penembakan di area Freeport dalam beberapa hari terakhir.

"Tujuannya untuk mengetahui apa maksud mereka melakukan kegiatan yang disebut sebagai latihan militer. Polisi akan berupaya menangkap kelompok ini dalam keadaan hidup untuk mengetahui tujuan mereka," katanya. 

Kelompok ini disebut melanggar undang-undang darurat karena memiliki senjata api dan senjata tajam. 

Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengatakan, ia belum memiliki data terkait informasi pembakaran kamp masyarakat di Utikini, ketika mengejar pelaku penembakan beberapa hari lalu.

"Saya juga dengar informasi itu, tapi saya belum punya data. Namun kalau ini benar dan ada warga yang ikut terbakar seperti informasi yang beredar, polisi harus mengklarifikasi dan bertanggungjawab," kata Kadepa (*) 

loading...

Sebelumnya

Legislator kursi Otsus akan dilantik akhir November 2017

Selanjutnya

Para pemimpin gereja di Papua desak ULMWP lakukan rekonsiliasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe