Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Rayakan HUT, GKI kenang perjalanan menyatukan perbedaan di Papua
  • Kamis, 26 Oktober 2017 — 19:29
  • 931x views

Rayakan HUT, GKI kenang perjalanan menyatukan perbedaan di Papua

Peringatan ulang tahun ke 61 di tanah Papua itu dirangkaikan dengan peringatan masuknya GKI di lembah Baliem ke 58 tahun
Ibadah peringatan HUT GKI di Tanah Papua di Gedung Ukumearek Asso Wamena-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi –Peringatan hari ulang tahun (HUT)  Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Balim Yalimo di pegunungan tengah Papua, dirayakan dengan mengenang perjalanan menyatukan perbedaan. Peringatan ulang tahun ke 61 di tanah Papua itu dirangkaikan dengan peringatan masuknya GKI di lembah Baliem ke 58 tahun dan menuju 500 tahun reformasi, yang melibatkan gabungan antara rayon A dan B dalam Klasis GKI Balim Yalimo.

"Dalam sidang Sinode yang pertama dari GKI di Irian Jaya yang berlangsung di gereja Harapan Abepura Jayapura tahun 1856, GKI mulai berdiri secara mandiri terlepas dari sending pendirinya di negara Jerman dan Belanda," kata pendeta Abraham Tanamal, S.Si saat bacaan alkitab dalam Efesus pasal 2:19-22.

Ia menyebutkan GKI di tanah Papua hadir bukan gereja suku, namun kehadiran gereja untuk mempersatukan semua perbedaan yang ada pada umatnya. Dalam perkembangannya,  guru-guru asal Ambon dan sanger Talaut merupakan pendeta pribumi pertama telah bergumul dan melepaskan dalam sidang sinode pertama itu nama gereja ini Gereja Kristen Injili di Irian Jaya.

“Kemudian berubah menjadi GKI di tanah Papua terjadi pada masa transisi kepemimpinan antara Jerman dan Belanda,” kata Abraham menambahkan.

Menurut dia, setelah Irian Barat masuk ke NKRI, banyak gereja  waktu itu ditinggalkan lagi oleh pemerintah kolonial.  Namun tantangan itu bisa diatasi dan berkembang sampai saat ini.

Ketua Klasis GKI Balim Yalimo, Pdt. Judas Meage, S.Th mengatakan, momen perayaan 61 tahun GKI di tanah Papua dan 58 Tahun GKI di Lembah Baliem perlu diketahui bahwa GKI berdiri di atas gereja kristen injili di tanah Papua, yang semua dilakukan memberikan peluang bagi suku-suku untuk memuliakan membangun satu kekuatan dalam Tuhan.

"Orang Kristen harus mengembalikan kekuasaan Allah yang berkuasa atas segala mahluk hidup dan harus diakui itu dan dilandasi iman oleh Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat," ujar pendeta, Judas Meage.

Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait yang hadir mengungkapkan, GKI di Tanah Papua telah membantu pemerintah Jayawijaya sebagai kabupaten induk dari kabupaten pemekaran lainya dalam rangka membantu melakukan pembangunan.

“Saat ini GKI di Tanah Papua telah berumur 61 tahun, sehinga tanda–tanda itu harus dimunculkan oleh GKI di Tanah Papua khususnya di Balim Yalimo,” kata Sohilait.

Menurut dia, tiga hal yang disampaikan dalam tema ini merupakan tiga hal yang harus dimunculkan seperti menjadikan jemaat GKI yang memiliki mental rohani, mandiri, dan sejahtra sehingga harus bisa mewujudkan ini.  (*)

loading...

Sebelumnya

Dinas Sosial Yahukimo salurkan bantuan alat dapur di Seradala

Selanjutnya

Tujuh rumah warga di Yahukimo terbakar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe