Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. TKBM pelabuhan Bade kecewa, kantor hasil swadaya digusur pihak syahbandar
  • Kamis, 26 Oktober 2017 — 20:46
  • 1315x views

TKBM pelabuhan Bade kecewa, kantor hasil swadaya digusur pihak syahbandar

Puluhan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan Bade, distrik Edera, kabupaten Mappi mengungkapkan kekecewaannya lantaran kantor TKBM yang dibangun secara swadaya, digusur pihak kesyhabandaran tanpa alasan jelas.
Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan Bade, distrik Edera, kabupaten Mappi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Mappi, Jubi - Puluhan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan Bade, distrik Edera, kabupaten Mappi mengungkapkan kekecewaannya lantaran kantor TKBM yang dibangun secara swadaya, digusur pihak kesyhabandaran tanpa alasan jelas.

Seorang  mandor TKBM di pelabuhan Bade, Dominikus Famsiloy, kepada Jubi, Kamis (26/10/2017), mengatakan dengan digusurnya kantor tersebut beberapa tahun silam, para pekerja pelabuhan tak mempunyai tempat untuk duduk sekaligus mengumpulkan anggota untuk melakukan berbagai kegiatan.

Setelah kantor TKBM digusur, katanya, pihak keshyabandaran tak berpikir membangun kantor baru.

“Terus terang, kami merasa kecewa dengan petugas keshyabandaran,” ujarnya.

Mandor lainnya, Laurensius Kamkopimu, mengaku dengan tak ada kantor, mereka hanya membagi uang kepada para buruh di jalan maupun di pasar.

“Beberapa tahun silam, kami telah mempunyai koperasi. Namun sekarang sudah tidak berjalan lagi. Padahal manfaat koperasi sangat besar untuk bisa membantu para buruh,” tuturnya.

Laurensius berharap Pemerintah kabupaten Mappi dapat memberikan perhatian dengan menghidupkan kembali koperasi para buruh. Minimal ada dukungan dana diberikan agar dapat dibeli sejumlah kebutuhan pokok untuk dijual kembali kepada para buruh dengan harga terjangkau. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Listrik padam 10 hari, masyarakat Bade keluhkan kinerja PLN

Selanjutnya

Dana desa cair, puluhan rumah di kampung Gemikya direnovasi  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6267x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5849x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4012x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe