Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemulangan pengungsi Ambae dimulai
  • Jumat, 27 Oktober 2017 — 06:59
  • 507x views

Pemulangan pengungsi Ambae dimulai

Banyak pengungsi kembali ke rumah mereka dalam perasaan campur aduk karena gunung berapi tersebut masih aktif dan menyemburkan abu dan menggemakan suara gemuruh keras yang terdengar sepanjang minggu dari Maewo, kata seorang penduduk desa di Talise.
Dua ribu pengungsi pertama yang kembali ke rumah mereka di Ambae pada hari Minggu, 22 Oktober lalu - Loop Pacific/ Vanuatu National Disaster Management Office
Vanuatu Daily
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Ambae, Jubi – Lebih dari 2.000 pengungsi sekarang kembali ke Pulau Ambae, tepat satu bulan setelah Pemerintah Vanuatu memerintahkan evakuasi atas lebih dari 11.000 orang pada tanggal 23 September lalu untuk mengantisipasi terjadinya letusan gunung berapi maut.

Masyarakat setempat kembali untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di pulau itu lagi pada hari Minggu, 22 Oktober.

Shadrack Welegtabit, Direktur National Disaster Management Office (Kantor Penanggulangan Bencana Alam, NDMO), yang memimpin operasi pemulangan pengungsi dari Santo mengatakan bahwa pengaturan logistik dimulai di Luganville pada hari Sabtu, untuk memindahkan para pengungsi di Santo kembali ke Ambae.

NDMO telah mengeluarkan pernyataan bahwa Pemerintah Vanuatu, melalui NDMO, saat ini telah mulai memindahkan penduduk Ambae kembali ke kampung halamannya menyusul keputusan Dewan Menteri memperpanjang status darurat hingga Jumat, 27 Oktober, untuk memungkinkan kelancaran perpindahan mereka kembali.

Setelah 27 Oktober, pernyataan tersebut mengatakan, NDMO akan menghentikan semua operasi pemulangannya sehingga setiap pengungsi Ambae yang masih harus dievakuasikn setelah tanggal itu ”akan mengurus diri dan biaya mereka sendiri”.

Sementara itu, Direktur NDMO Welegtabit mengatakan bahwa hingga hari Senin, lebih dari 2.000 penduduk Ambae di Santo telah dipulangkan menggunakan empat kapal pada hari Minggu dan dua pada hari Senin.

Pada saat yang sama mereka juga memindahkan masyarakat Ambae di Maewo dan Pentecost, kata Welegtabit, dengan muatan kapal pertama yang meninggalkan Pangi, Pentecost Selatan hari Senin pagi untuk bertolak ke Ambae Selatan.

Banyak pengungsi kembali ke rumah mereka dalam perasaan campur aduk karena gunung berapi tersebut masih aktif dan menyemburkan abu dan menggemakan suara gemuruh keras yang terdengar sepanjang minggu dari Maewo, kata seorang penduduk desa di Talise.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Samoa akan jadi tuan rumah kegiatan seni Pasifik

Selanjutnya

Limbah ruang jenazah resahkan masyarakat di Lae

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe