Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Limbah ruang jenazah resahkan masyarakat di Lae
  • Jumat, 27 Oktober 2017 — 07:02
  • 902x views

Limbah ruang jenazah resahkan masyarakat di Lae

Selain karena tidak sedap untuk dipandang, dampak lingkungan hidupnya pun sangat memprihatinkan, apalagi saat limbah itu dibuang di tempat terbuka di rumah sakit. “Kelalaian ini harus dihentikan,” kata penduduk setempat Kolish Wika.
Salah satu bangsal di Rumah Sakit Angau, Lae, Papua Nugini – RNZI
Post Courier
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Lae, Jubi – Limbah yang sangat berbahaya dari ruang jenazah di Angau Memorial Hospital tanpa sengaja telah dibuang tanpa memedulikan risiko kesehatan terhadap pasien di sekitarnya dan masyarakat umum.

Limbah ini termasuk sarung tangan bekas, masker-masker, selimut-selimut bernoda darah, tikar, kasur, dan pakaian yang digunakan dan ditanggalkan dari kamar jenazah itu.

Akibat kelalaian ini, penduduk setempat di Lae telah mengutarakan kekhawatiran serius dan meminta agar manajemen rumah sakit Angau menghentikan praktik pembuangan limbah yang sangat tidak sehat dan mengancam kesehatan masyarakat tersebut.

Mereka mendesak pihak rumah sakit mengambil tindakan sigap mengumpulkan limbah atau sampah setiap hari dan membuangnya ke lokasi yang seharusnya, atau melalui mesin insinerator seperti yang umumnya dimiliki oleh semua rumah sakit besar dan fasilitas kesehatan.

Seruan ini menyusul pengamatan terus menerus selama beberapa waktu terakhir terhadap jumlah timbunan sampah yang dibuang di depan area kamar mayat oleh keluarga dan kerabat mendiang.

Mereka mengatakan umumnya memakan waktu sekitar satu minggu sebelum limbah berbahaya itu dibuang. Selain karena tidak sedap untuk dipandang, dampak lingkungan hidupnya pun sangat memprihatinkan, apalagi saat limbah itu dibuang di tempat terbuka di rumah sakit. “Kelalaian ini harus dihentikan,” kata penduduk setempat Kolish Wika.

RS Angau telah menerima peringatan tentang kekhawatiran tersebut namun mereka belum memberikan tanggapan mengenai tindakan apa yang akan diambil.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Pemulangan pengungsi Ambae dimulai

Selanjutnya

Dampak feodalisme Eropa dalam penobatan Kepala Suku di Fiji

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat