Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya segera bimbing koperasi tidak aktif
  • Jumat, 27 Oktober 2017 — 09:28
  • 874x views

Jayawijaya segera bimbing koperasi tidak aktif

Saat ini terdapat sekitar 60 persen koperasi di Jayawijaya yang mati suri.
Koperasi Nit Hasik salah satu koperasi yang ada di Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan memberikan bimbingan dan stimulan koperasi setempat yang selama ini tidak aktif. Saat ini terdapat sekitar 60 persen koperasi di Jayawijaya yang mati suri.

"Tahun ini kami pendampingan kepada pengurus, pengawas dan manajer koperasi, agar mereka kembali eksis dengan kegiatan usaha yang sementara mereka geluti,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal, Koperasi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMKPTSP) Jayawijaya, Karel Tehupuring kepada wartawan di Wamena, Rabu (25/10/2017).

Selain itu ia menyebutkan ada sekitar delapan koperasi dalam bentuk bahan pokok atau pengadaan barang dagangan dibantu modal kerja untuk perputaran usaha mereka kembali agar aktif.

Karel memastikan  selalu terbuka bagi koperasi untuk melakukan konsultasti untuk kemajuan usaha mereka.

"Konsultasi itu yang kami harapkan karena dengan komunikasi, kendala-kendala yang dihadapi oleh koperasi bisa kita carikan solusi bersama-sama," kata Karel menjelaskan.

Menurut dia, keseluruhan koperasi yang terdata di Jayawijaya mencapai 56 unit, 40 persen di antaranya masih berjalan, sementara 60 persen mati suri.

Pemkab Jayawijaya menganjurkan agar mereka memenuhi perizinan usaha untuk antisispasi jika membutuhkan kelengkapan agar tidak kesulitan.

"Perizinan itu merupakan legitimasi usaha ada di daerah ini untuk terus maju,” katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty menyebutkan perkembangan koperasi di Papua sampai akhir 2016 sebesar 3.321 unit, namun koperasi yang aktif hanya 1.792 unit atau 54,5 persen.

Elia menjelaskan, Pemprov Papua, telah mengeluarkan beberapa strategi dan kebijakan dalam rangka pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Beberapa hal yang sekiranya dapat dibahas antara lain, standar regulasi pengawasan koperasi, prosedur pelaksana pemeriksaan koperasi, dan pembaharuan koperasi," kata Elia.

Menurut dia, pembaharuan dilakukan dengan pengelolaan dan pemutakhiran data koperasi melalui online data system (ODS) dan isu-isu strategis. “Itu dikaitkan dengan pembinaan pada sektor koperasi dan UMKM,” katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Kehadiran Herkules belum mampu turunkan harga semen di Jayawijaya

Selanjutnya

Sejumlah drainase di kota Wamena tidak berfungsi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6085x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5702x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe