Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Proyek Gereja fiktif, oknum pimpinan BPKAD dipanggil polisi
  • Jumat, 21 Oktober 2016 — 12:46
  • 1229x views

Proyek Gereja fiktif, oknum pimpinan BPKAD dipanggil polisi

Setelah diselidiki Gereja Alpha-Omega di Kelurahan Klagete ternyata gereja fiktif. Namun anggarannya disalurkan melalui BPKAD Papua Barat.
Ilustrasi korupsi - Dok. Jubi
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Manokwari, Jubi – Oknum pimpinan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Papua Barat dipanggil penyidik direktorat reserse krimanal khusus (direskrimsus) atas dugaan pembangunan gereja fiktif senilai Rp 1 miliar.

Salah satu satu penyidik direskrimsus Polda Papua Barat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan ada dua gereja yang disalurkan dana, masing-masing Rp 1 miliar--Gereja Alpha-Omega, Kelurahan Klaligi dan Klagete.

Setelah diselidiki Gereja Alpha-Omega di Kelurahan Klagete ternyata gereja fiktif. Namun anggarannya disalurkan melalui BPKAD Papua Barat.

“Kita sudah periksa semua pengurus gereja Alpha Omega di Kelurahan Klaligi di Jln. Ahmad Yani, pihak gereja termasuk pendeta mengaku adanya penyaluran dana tersebut sebesar Rp 1 miliar, tapi untuk gereja Alpha Omega di Kelurahan Klaget di Jln. Kalasuat Malanu, tidak ditemui adanya gereja tersebut. Ini berarti ada penyaluran dana untuk gereja fiktif oleh BPKAD Provinsi Papua Barat,” katanya kepada Jubi, Rabu (19/10/2016).

Menurut dia beberapa oknum wartawan di Sorong juga diduga berusaha mengamanankan kasus tersebut dan mengaku mengenal baik dengan penyidik. Namun pihaknya langsung menyerahkan surat panggilan kepada BPKAD.

Kepala BPKAD Papua Barat Abia Ullu ketika dikonfirmasi di kantornya belum memberikan komentar. Wartawan bahkan mengirim SMS kepada beliau, tapi hingga berita ini ditulis, SMS tak kunjung dibalas.

Sekretaris LSM Barapen, Rahman Kabes meminta agar kasus tersebut segera dituntaskan.

“Dan mengungkapkan siapa yang bermain di balik proyek fiktif yang mengatasnamakan Gereja,” katanya.

Sebelumnya warga Kota Sorong berinisial EA diduga mencairkan dan membawa kabur dana hibah pembangunan gereja sebesar Rp 1 miliar. Ia mencairkan dana tersebut melalui proposal fiktif.

Pihak Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI), Jemaat Alfa Omega, Kota Sorong malah kaget dan dirugikan atas pencarian dana hibah Rp 1 milair ini.

Gembala Sidang GPDI Alfa-Omega, Kota Sorong, Pendeta Aleksander Maniani mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak keuangan Papua Barat, dana senilai Rp 1 miliar sudah dicairkan. Setelah dicek dana itu diterima oknum yang tak bertanggung jawab.

“Kami dari Gereja sama sekali tidak pernah menerima dana bantuan tersebut,” kata Pendeta Aleksander.

Ia melanjutkan dalam proposal tersebut nama Ketua Majelis GPDI Alfa-Omega, Pendeta Daniel Sesauta, juga ditulis. Padahal Pendeta Daniel sudah meninggal tahun 2012. Proposal  fiktif ini dikeluarkan tahun 2014.

“Beliau (Pdt. Daniel) itu sudah meninggal dunia. Ia bertugas di daerah Kaimana.  Jadi, ini sangat janggal sekali,” katanya.

Maka dari itu, ia mengharapkan agar kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas, sebab telah mempermalukan Gereja dan umat GPDI di Kota Sorong. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pembagian perahu untuk nelayan di Papua Barat bermasalah

Selanjutnya

Kantor bupati Mansel ditargetkan selesai 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua