Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ibukota
  3. Waspadai radikalisasi melalui dunia maya
  • Jumat, 21 Oktober 2016 — 13:05
  • 1935x views

Waspadai radikalisasi melalui dunia maya

Gerakan Pemuda Ansor menilai radikalisasi melalui dunia maya sudah pada taraf membahayakan sehingga perlu penanganan serius semua pihak.
Pasukan Banser. GP Ansor bentuk banser cyber untuk perangi radikalisasi di dunia maya. --tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi - Gerakan Pemuda Ansor menilai radikalisasi melalui dunia maya sudah pada taraf membahayakan sehingga perlu penanganan serius semua pihak.

"Untuk memberantas propaganda radikalisme terorisme di dunia maya itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia," kata Sekjen GP Ansor Abdul Rochman di Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Peristiwa penyerangan terhadap Kapolsek Tangerang Kompol Effendi dan empat anggotanya oleh Sultan Aziansyah yang diduga merupakan simpatisan ISIS yang direkrut melalui dunia maya, Kamis (20/10), menurutnya harus diperhitungkan.

Fakta ini, menurut dia, membuktikan "virus" radikalisme dan terorisme melalui dunia siber sudah sangat membahayakan. Tidak hanya dari sisi keamanan, keberadaan terselubung simpatisan-simpatisan ISIS ini bisa mengancam persatuan dan kesatuan NKRI.

"Ancaman radikalisme dan terorisme sudah menjadi tantangan bersama. Pemerintah dan lembaga masyarakat yang ada harus benar-benar konsentrasi dan fokus menjaga bangsa ini dari radikalisme dan terorisme, terutama radikalisasi melalui dunia maya," katanya.

GP Ansor sendiri, kata pria yang akrab disapa Adung ini, sejauh ini sudah cukup aktif dalam menangkal radikalisme terorisme di dunia maya dengan membentuk Banser Cyber.

Bersama para santri, mereka aktif menyosialisasikan Islam Nusantara, Islam moderat, dan terus berikhtiar menjaga NKRI dan Pancasila, serta menangkal radikalisme dan terorisme melalui media sosial.

Adung berharap pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta lembaga-lembaga terkait lainnya, memberikan dukungan yang lebih besar dalam pelibatan santri dalam pencegahan radikalisme terorisme melalui dunia maya.

Ia yakin dengan jumlah santri yang sangat banyak di Indonesia, ditambah pemahaman mereka tentang agama dan NKRI, mereka bisa menjadi duta dalam mengampanyekan gagasan yang baik dalam membendung propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Polisi selidiki pesantren tersangka SA di Ciamis

Selanjutnya

ICJR desak pemerintah akhiri hukum cambuk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6071x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5693x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3745x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe