Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Jayawijaya akui KNPI versi KLB Bali
  • Minggu, 29 Oktober 2017 — 11:13
  • 1042x views

Pemkab Jayawijaya akui KNPI versi KLB Bali

Pengakuan itu ditegaskan sebagai jawaban adanya dualisme kepemimpinan KNPI, khususnya di Kabupaten Jayawijaya.
Logo KNPI-Jubi/Ist
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Pemerintah daerah Jayawijaya hanya mengakui pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hasil Konferensi Luar Biasa (KLB) yang diselanggarakan di Bali pertengahan tahun ini.  Pengakuan itu ditegaskan sebagai jawaban adanya dualisme kepemimpinan KNPI, khususnya di Kabupaten Jayawijaya.

 “KNPI yang pemerintah akui atau berikan dukungan itu KNPI versi KLB di Bali, yang di tingkat provinsi dijabat oleh Martinus Werimon, kemudian di Jayawijaya Isak Wetipo,” kata Sekretaris Daerah Jayawijaya, Yohanes Walilo, kepada wartawan di Wamena, Sabtu (28/10/2017).

Ia memastikan, pengakuan KNPI versi KLB Bali itu dibuktikan dengan  dukungan pendanaan dan kegiatan dari pemerintah daerah.

Walilo menjelaskan Pemda Jayawijaya tidak memberikan dukungan pengurus KNPI versi lain, karena tidak pernah melapor sejak mengadakan musyawarah daerah hingga pelantikan.

“KNPI versi yang satunya tidak pernah ada pemberitahuan kepada pemerintah daerah, sehingga pemerintah menganggap mereka tidak menghargai dan tidak pernah ingin berkoordinasi,” kata Walilo menjelaskan.

Keputusan pengakuan itu telah dinyatakan  Bupati bahwa versi KLB Bali mendapat mandat. Ia menyebutkan dualisme kepengurusan KNPI Jayawijaya itu membuat pemerintah daerah tidak menyelenggarakan peringatan hari sumpah pemuda, karena  pasalnya seharusnya KNPI yang seharusnya menyelenggarakan.

“Atas dasar itulah kita di Jayawijaya tidak ada kegiatan peringatan hari sumpah pemuda,” katanya.

Sekretaris KNPI Provinsi Papua, Sudin Retop menegaskan Ketua KNPI Kabupaten Jayawijaya hanya ada satu. “Yaitu Yustinus Asso yang telah dilantik pada 22 Oktober 2017 di Wamena,” kata Sudin.

Ia berharap kepada semua senior dan ketua OKP tingkat distrik serta masyarakat mengakui KNPI Jayawijaya yang ia anggap sah itu.

“Yustinus Asso berhak menjadi Ketua KNPI Kabupaten Jayawijaya, karena telah melalui proses pemilihan yang sah,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPUD Jayawijaya gelar gerakan sadar Pilkada 2018

Selanjutnya

Ribuan calon PPD Jayawijaya segera tes tertulis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6252x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5831x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4001x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe