Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Jayawijaya kekurangan tenaga kesehatan hewan
  • Minggu, 29 Oktober 2017 — 13:54
  • 929x views

Jayawijaya kekurangan tenaga kesehatan hewan

Ia menyebutkan rata-rata setiap Puskeswan Kabupaten Jayawijaya membutuhkan minimal satu tenaga dokter hewan dan mantri hewan.
Puskeswan yang dimiliki Kabupaten Jayawijaya saat ini masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan hewan-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wamena, Jubi – Pemerintah kabupaten Jayawijaya masih kekurangan tenaga kesehatan hewan yang biasa ditempatkan di pusat kesehatan hewan (Puskeswan).  Minimnya tenaga khusus yang biasa menangani  kesehatan hewan itu saat ini cukup memprihatinkan.

“Karena belum memiliki tenaga Kesehatan hewan yang memadai,” kata Kepala seksi pelayanan kesehatan hewan, Dinas peternakan, Jayawijaya, Hironi Hemson Oagay, akhir pekan lalu.

Oagay menyebutkan, hingga kini pelayanan di Puskeswan hanya pasif, dalam arti petani peternak yang mendatangi kantor hanya diberikan obat bagi hewan ternak mereka. Ia menyebutkan rata-rata setiap Puskeswan Kabupaten Jayawijaya membutuhkan minimal satu tenaga dokter hewan dan mantri hewan.

“Karena rata-rata sehari peternak yang datang memeriksakan  hewan mencapai 10 orang, sedangkan tenaga kesehatan hewan yang dimiliki saat ini terbatas,” kata Oagay menjelaskan.

Selain minimnya tenaga kesehatan hewan, sarana pendukung operasional di Puskeswan juga masih sangat minim. "Termasuk kendaraan operasional yang kami butuhkan karena luas wilayah yang cukup luas,” katanya.

Meski saat ini sarana pendukung masih minim, Ogaway mengaku pelayanan di Puskeswan tetap berjalan.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo mengakui minimnya tenaga kesehatan di Puskeswan yang masih sangat terbatas, Pemerintah daerah sedang mencari tenaga kesehatan hewan untuk direkrut.

“Dulu sewaktu Pak Made menjadi kepala dinas masih bisa ada kontrol, namun setelah ditarik jadi staf ahli dan hingga kini penggantinya belum dicari,” ujar Walilo.

Minimnya tenaga medis hewan juga dipengaruhi tidak semua orang yang sekolah di jurusan kesehatan hewan. Hal ini menjadi alasan Pemda Jayawijaya kesulitan mendapat tenaga khusus kesehatan  hewan.

“Pemerintah sementara lagi upayakan penuhi permintaan itu, agar bisa mengisi kekosongan untuk melayani ternak masyarakat,” katanya.

Walilo mengaku keberadaan tenaga kesehatan hewan penting karena Jayawijaya identik dengan peternakan. (*)

loading...

Sebelumnya

Ribuan calon PPD Jayawijaya segera tes tertulis

Selanjutnya

Penggunaan dana desa di Jayawijaya tak boleh sembarangan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6087x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5702x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe