Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Sumatera
  3. Dua sastrawan Sumbar terima Penghargaan Sastra Indonesia 2017
  • Minggu, 29 Oktober 2017 — 15:28
  • 1247x views

Dua sastrawan Sumbar terima Penghargaan Sastra Indonesia 2017

Penghargaan tersebut merupakan pengakuan terhadap karya-karya yang telah dihasilkan dan hal ini semoga dapat menjadi contoh bagi generasi muda.
Ilustrasi. Google.com/Jubi
Syam Terrajana
syam@tabloidjubi.com
Editor : ANTARA

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Padang, Jubi - Dua sastrawan Sumbar, Rusli Marzuki Saria dan Muhammad Ibrahim Ilyas menerima Penghargaan Sastra Indonesia 2017 yang diberikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Mendikbud, Muhadjir Effendy pada Sabtu 28 Oktober 2017 dalam rangka puncak peringatan bulan bahasa 2017.

"Penghargaan telah diberikan langsung oleh Mendikbud di Plaza Intan Berprestasi, gedung Kemdikbud RI," kata sastrawan Muhammad Ibrahim Ilyas saat dikonfirmasi di Padang, Minggu ( 29/10/2017).

Penghargaan Sastra Indonesia 2017 terdiri dari beberapa kategori, seperti puisi, novel, naskah dan juga cerpen.

Pada penghargaan ini sastrawan Rusli Marzuki Saria menerima Penghargaan Sea Write Award Kandidat Indonesia.

Sementara Muhammad Ibrahim Ilyas sendiri menerima penghargaan kategori naskah drama melalui buku “Dalam Tubuh Waktu”.

Selain dua sastrawan tersebut, beberapa sastrawan lain yang mendapat penghargaan adalah Ahmad Mustofa Bisri, Penghargaan Sastra Indonesia kategori puisi.

"Hendri Tedja menerima penghargaan sastra kategori novel dan Sungging Raga untuk penghargaan sastra kategori cerpen," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Effendi menyebutkan pihaknya turut bangga atas penghargaan yang diterima oleh dua orang sastrawan Sumbar tersebut.

Penghargaan tersebut merupakan pengakuan terhadap karya-karya yang telah dihasilkan dan hal ini semoga dapat menjadi contoh bagi generasi muda.

"Menjadi pujangga atau penyair butuh proses panjang. Hal tersebut butuh ketekunan, kecintaan terhadap kesusastraan serta memiliki jiwa yang besar. Inilah yang kemudian membuat dua sastrawan ini menjadi pujangga besar," katanya. (*)

 

loading...

#

Sebelumnya

Penggunaan dana desa di Jayawijaya tak boleh sembarangan

Selanjutnya

Pemda Yahukimo bantu Rp2,5 miliar pembangunan gereja Kingmi di Dekai 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe