Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. PKBM wujudkan impian anak putus sekolah studi ke perguruan tinggi
  • Minggu, 29 Oktober 2017 — 19:20
  • 1410x views

PKBM wujudkan impian anak putus sekolah studi ke perguruan tinggi

Keberadaan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKMB) sangat membantu masyarakat yang ingin belajar namun terkendala usia dan tidak bisa belajar di sekolah umum. Melalui PKBM, anak-anak yang sempat putus sekolah bisa melanjutkan pendidikan setara SD, SMP, dan SMA. Mewujudkan impian melanjutkan studi ke perguruan tinggi pun tidak mustahil.
Kepala distrik Sentani Timur, Steven Ohee, didampingi Kepala Seksi PAUD dan Dikmas Dias Pendidikan kabupaten Jayapura, Pugiyo Sudarso - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Keberadaan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKMB) sangat membantu masyarakat yang ingin belajar namun terkendala usia dan tidak bisa belajar di sekolah umum. Melalui PKBM, anak-anak yang sempat putus sekolah bisa melanjutkan pendidikan setara SD, SMP, dan SMA. Mewujudkan impian melanjutkan studi ke perguruan tinggi pun tidak mustahil.

Hal tersebut disampaikan Kepala distrik Sentani Timur kabupaten Jayapura, Steven Ohee, kepada Jubi, di kantor PKBM Dabohaley Nolokla Sentani, Sabtu (28/10/2017).

“PKBM ini sangat membantu. Tidak semua orang dapat bersekolah hingga selesai. Banyak yang terpaksa putus sekolah dengan masalah-masalah tertentu. PKBM ini hadir sebagai solusi,” katanya.

Steven Ohee mengatakan mereka yang putus sekolah karena masalah–masalah tertentu ini juga mempunyai hak untuk bersekolah dan bekerja seperti mereka yang bisa menyelesaikan pendidikan di sekolah umum.

Steven juga mengatakan pendidikan tidak mengenal usia. PKBM Dabohaley Nolokla mendorong para orang tua yang masih berniat untuk belajar untuk bergabung di PKMB tersebut.

“Kami juga ingin mengurangi angka buta aksara di kampung-kampung,” katanya.

Steven menegaskan tidak ada kata akhir untuk belajar. Dengan belajar kita akan bisa merubah sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan kabupaten Jayapura, Pogiyo Sudarso, mengatakan dengan adanya PKBM Dabohaley Nolokla, anak-anak di Sentani Timur yang sempat putus sekolah dan ingin melanjutkan belajar bisa terlayani karena tidak mungkin mereka bersekolah bersama-sama dengan anak-anak SD/SMP umum karena usia mereka yang sudah melebihi batas. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Fakultas Kedokteran Uncen lantik 23 dokter 

Selanjutnya

Warga Waropen masih takut periksa HIV

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6110x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5712x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3798x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe