Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Merayakan kontribusi ekonomi dan pembangunan perempuan kampung
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 06:17
  • 616x views

Merayakan kontribusi ekonomi dan pembangunan perempuan kampung

Lebih dari 500 perempuan dari berbagai daerah perkampungan berkumpul di Kampung Mele di Efate, Provinsi Shefa, dan di Canal Fanafo di Santo, Provinsi Sanma, merayakan peran dan kontribusi mereka dalam pembangunan pertanian dan kampung, meningkatkan ketahanan pangan, dan mengurangi kemiskinan di komunitas mereka.
Perayaan International Day of Rural Women di Desa Mele di Efate, Provinsi Shefa 2017 – DVU/Christina Bare-Karae UN Women
Vanuatu Daily
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Santo, Jubi – Posisi perempuan perkampungan (baca: pedesaan) di Vanuatu dan peran penting mereka dalam pembangunan nasional telah disorot dalam perayaan Hari International Day of Rural Women (Hari Perempuan Kampung Internasional Sedunia, IDRW) ini.

Lebih dari 500 perempuan dari berbagai daerah perkampungan berkumpul di Kampung Mele di Efate, Provinsi Shefa, pada tanggal 12 - 13 Oktober dan di Canal Fanafo di Santo, Provinsi Sanma, pada tanggal 16 Oktober untuk merayakan peran dan kontribusi mereka dalam pembangunan pertanian dan pedesaan, meningkatkan ketahanan pangan, dan mengurangi kemiskinan di komunitas mereka.

IDRW dirayakan setiap tahun pada tanggal 15 Oktober melalui seminggu kegiatan untuk merayakan peran penting perempuan kampung di masyarakat dan ekonomi nasional.

“Selama acara dua hari di Kampung Mele kami berdiskusi dan belajar satu sama lain melalui kisah kita masing-masing,” kata Eslin Solomon, Presiden Asosiasi Market Vendor Association (Asosiasi Penjual Pasar; MVA) Silae Vanua.

“Saya telah berkecimpung dalam bisnis bunga selama enam tahun terakhir ini agar bisa mendapatkan penghasilan untuk mendukung penghidupan saya dan anak perempuan saya yang difabel,” kata Mel Kaltak, 79 tahun,  dari Kampung Erakor, yang memanfaatkan pekan IDRW untuk menampilkan produk-produk bunganya, dan berbagi ide dengan penjual pasar dan perempuan kampung lainnya yang juga berbisnis.

Ketika ditanya bagaimana mengelola dagangan pasarnya, Ispell Toa dari Pulau Malo yang berhenti sekolah pada usia sembilan tahun, namun mampu menulis dengan baik dan menyimpan catatan yang rapi, menjawab, “Ibu saya sekolah hanya sampai kelas dua tapi dari sedikit ilmu yang dia tahu itu dia ajarkan kepada saya.”

Tema perayaan tahun ini adalah Together We Make Changes for Efate (Bersama Kita Membawa Perubahan untuk Efate) dan Together We Build Better Businesses for Market Vendors for Santo (Bersama Kita Membangun Bisnis yang Lebih Baik bagi Penjual Pasar untuk Santo).

Perempuan dari kampong-kampung telah berbagi kisah pribadinya tentang bagaimana mereka mengembangkan mata pencaharian dan komunitas mereka dengan bekerja sama dan saling membantu meski mereka sumber daya terbatas.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Kematian jurnalis PNG picu debat nasional tentang KDRT

Selanjutnya

Turun, angka kematian akibat kanker payudara di Fiji 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe