Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Film Blackbird diputar di Kepulauan Solomon
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 06:32
  • 833x views

Film Blackbird diputar di Kepulauan Solomon

Dari tahun 1863 - 1904 diperkirakan sekitar 60.000 orang dari Kepulauan Laut Selatan menjadi korban "blackbirding" (perbudakan terhadap masyaratan pribumi Pasifik ke Australia) yang sering kali melalui tipu muslihat dan/atau penculikan untuk bekerja di Queensland dan perkebunan tebu dan kapas New South Wales.
Dua aktor pemain utama film naratif pendek Blackbird Regina Lepping dan Jeremy Bobby – Solomon Star News/Blackbird Film Project
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Honiara, Jubi – ‘Blackbird’, sebuah film naratif pendek yang mengeksplorasi sejarah Australia yang gelap dan tersembunyi diputar Sabtu malam (28/10/2017).

Pemutaran film tersebut akan berlangsung di Bioskop Taloa Honiara, pinggir laut Rove, Honiara Barat. Pemutaran itu disusul oleh sesi tanya jawab dengan aktor Kepulauan Solomon, Jeremy Bobby dan Regina Lepping.

Direkam di Mackay, Queensland pada tahun 2015, film pendek pemenang penghargaan ini merupakan puncak perjalanan pribadi yang panjang Amie Batalibasi, si pembuat film dari Kepulauan Solomon di Australia

Dari tahun 1863 - 1904 diperkirakan sekitar 60.000 orang dari Kepulauan Laut Selatan menjadi korban ‘blackbirding’ (perbudakan terhadap masyaratan pribumi Pasifik ke Australia) yang sering kali melalui tipu muslihat dan/atau penculikan untuk bekerja di Queensland dan perkebunan tebu dan kapas New South Wales.

Tiga dari nenek moyang pembuat film ini menjadi korban blackbird dari Kepulauan Solomon pada akhir 1800-an, menginspirasinya membuat film tersebut.

Film ini mengikuti kisah sepasang saudara kembar asal kepulauan Solomon, Rosa dan Kiko, yang diculik dari kampung halaman mereka untuk bekerja di perkebunan tebu di Queensland, Australia pada akhir 1800-an.

“Saya benar-benar merasa sedikitnya perwakilan sutradara perempuan dan sejarah hitam yang dipertunjukkan di Australia. Saya senang film ini mungkin bisa memicu pemikiran baru dan diskusi seputar sejarah yang kurang diketahui khalayak ini. Perlu banyak orang untuk membuat film ini dan saya tidak dapat melakukannya tanpa dukungan yang luar biasa dari komunitas Mackay dan pemeran-pemeran dan kru kami yang luar biasa,” kata Batalibasi.

Film ini telah diputar di sejumlah festival film nasional dan internasional termasuk Film Festival Maoriland di Selandia Baru, Festival Film imagineNATIVE di Kanada, Festival Film Skábmagovat di Finlandia, Festival Film WINDA di Sydney, serta memenangkan beberapa penghargaan signifikan seperti Best Drama Film (Festival Film Indie Sydney) dan ‘Best of the Fest Award’ (Festival Film Pasifika, Sydney dan Brisbane).(Solomon Star/Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Turun, angka kematian akibat kanker payudara di Fiji 2017

Selanjutnya

Duta Besar AS untuk Selandia Baru dituding melecehkan dan “tidak peka budaya”

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe