close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Berstatus provinsi konservasi, Papua Barat banjir bantuan LN
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 11:50
  • 2544x views

Berstatus provinsi konservasi, Papua Barat banjir bantuan LN

Provinsi Papua Barat berhasil mengumpulkan dana bantuan luar negeri sebesar 18 juta dolar AS untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di kawasan terumbu karang di daerah ini. Hal ini tidak lepas dari status Papua Barat sebagi provinsi konservasi dan keberadaan segitiga terumbu karang dunia di wilayah Raja Ampat, Kaimana, dan Teluk Wondama.
Berstatus sebagai provinsi konservasi karena segitiga terumbu karang dunia itu berada di Raja Ampat, Kaimana, dan Teluk Wondama, Papua Barat kebanjiran bantuan dana dari luar negeri - IST
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manokwari, Jubi - Provinsi Papua Barat berhasil mengumpulkan dana bantuan luar negeri sebesar 18 juta dolar AS untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di kawasan terumbu karang di daerah ini. Hal ini tidak lepas dari status Papua Barat sebagi provinsi konservasi dan keberadaan segitiga terumbu karang dunia di wilayah Raja Ampat, Kaimana, dan Teluk Wondama.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Papua Barat, Charley Heatubun, di Manokwari, Minggu (29/10/2017), mengatakan Pemprov Papua Barat telah menggandeng Yayasan Kehati, menyusul peluncuran daerah tersebut sebagai provinsi konservasi.

"Yayasan Kehati yang akan mengelola dana bantuan luar negeri itu. Saat ini sudah ada beberapa donatur luar negeri dan dana yang terkumpul sekitar 18 juta dolar Amerika Serikat," kata Charley.

Dia mengutarakan kerja sama dengan Yayasan Kehati dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan Raswan Bloe Abadi.

Diharapkan kehadiran Kehati dan bantuan para donatur bisa mengoptimalkan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan segitiga terumbu karang dunia yang ada di daerah tersebut.

"Segitiga terumbu karang dunia itu berada di Raja Ampat, Kaimana, dan Teluk Wondama. Kami percayakan kepada Kehati untuk mengelola dana bantuan itu," ujarnya lagi.

Charley menyebutkan pada tahun 2018 akan digelar konferensi internasional. Diharapkan Kehati bisa memunculkan inovasi baru mengenai upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat di daerah tersebut.

Ia menambahkan, sebanyak 18 juta dolar AS dana bantuan luar negeri itu saat ini tersimpan di Singapura. Bunga dari dana itu akan dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan konservasi di Papua Barat.

"Dana itu yang dikelola Kehati, bila ada proposal kegiatan terkait upaya konservasi bisa diajukan ke Kehati. Mereka yang akan menyeleksi dan menentukan proposal yang layak," katanya lagi.

Menurutnya, semua elemen seperti perguruan tinggi dan lembaga masyarakat bisa mengajukan proposal kegiatan untuk mendukung program konservasi di daerah ini. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Sebanyak 101 desa di Papua dan Papua Barat teraliri listrik

Selanjutnya

BPBD Papua Barat nyatakan komitmen bina gerakan sekolah sungai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4886x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4318x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4193x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3511x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2959x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe