Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Murid SD Inpres Kampung Harapan dilatih menjadi detektif jentik
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 16:44
  • 437x views

Murid SD Inpres Kampung Harapan dilatih menjadi detektif jentik

Dalam rangka upaya pemberantasan penyakit yang disebabkan nyamuk, Puskesmas Kampung Harapan, distrik Sentani Timur, bekerja sama dengan SD Inpres Kampung Harapan dengan melibatkan siswa-siswi sekolah tersebut menjadi detektif jentik.
Siswa-siswi SD Inpres Harapan, Sentani Timur, kabupaten Jayapura - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Dalam rangka upaya pemberantasan penyakit yang disebabkan nyamuk, Puskesmas Kampung Harapan, distrik Sentani Timur, bekerja sama dengan SD Inpres Kampung Harapan dengan melibatkan siswa-siswi sekolah tersebut menjadi detektif jentik.

“Petugas dari Puskesmas kampung Harapan datang ke sekolah bulan Agustus lalu. Mereka melakukan sosialisasi kepada anak-anak kelas III sampai kelas VI,” ucap Wakil Kepala SD Inpres Kampung Harapan Sentani, Zulfiana Sani, kepada Jubi, pekan lalu.

Setelah sosialisasi tersebut, agar komunikasi antara guru dan pihak puskesmas terus berjalan, dibentuk grup WhatsApp (WA). Bila ada siswa yang menemukan tempat jentik-jentik nyamuk, pihak sekolah menginformasikan ke puskesmas di grup WA.

“Grup ini namanya Detektif Jentik. Intinya agar kita mudah membagi informasi. Bila ada anak yang bawa jentik, kami foto dan laporkan ke puskesmas lewat WA,” jelas Zulfiana Sani.

Zulfiana menjelaskan dengan adanya grup detektif jentik ini memudahkan guru dan pihak puskesmas untuk mengambil tindakan dengan langsung turun ke lapangan dimana ditemukan jentik tersebut.

“Anak-anak kalau bawa jentik itu mereka kasih tunjuk misalnya dimana dia ambil itu jentik di RT berapa, BTN jalur berapa, nanti pihak puskesmas yang turun untuk melakukan pembersihan dengan melibatkan warga dan Pak RT,” katanya.

Sani mengatakan dengan adanya detektif jentik cilik ini tentu sangat membantu pihak kesehatan dimana mereka langsung dapat menutup dan membongkar tempat-tempat berkembangnya nyamuk.

“Kerja sama ini ternyata bisa berjalan baik dan tidak sia-sia. Dari data yang kita kumpul sementara ini ada 20 lebih jentik yang mereka bawa dengan bentuk berbeda-beda. Ada yang sudah berbulu, masih kecil, dan juga ada yang sudah bergerak-bergerak,” jelasnya.

Sani menjelaskan semua siswa kelas III sampai kelas VI menjadi detektif jentik. Para siswa ini mengunakan alat sederhana membawa ke sekolah jentik yang berhasil mereka temukan.

“Anak-anak pake barang bekas seperti botol air mineral atau plastik saja. Tidak ada alat khusus untuk menangkap jentik. Mereka sudah paham dan bisa lihat jentik sesuai indikator-indikator yang pernah dijelaskan petugas puskesmas,” ujar Sani.

Di tempat terpisah, Kepala distrik Sentani Timur, Steven Ohee, mengatakan apapun kegiatan yang dilakukan warganya dan bersifat positif dan bermanfaat bagi warga masyarakat, pasti dia dukung.

“Peran detektif jentik cilik ini sangat berarti bagi lingkungan. Saya sangat mendukung kegatan ini,” ucap Ohee. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Warga Waropen masih takut periksa HIV

Selanjutnya

Tak berprestasi di mapel, SMA Diaspora sukses di ekstrakurikuler

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe