Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pelaku penembakan di PTFI teridentifikasi, polisi diminta segera menangkap
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 20:04
  • 1180x views

Pelaku penembakan di PTFI teridentifikasi, polisi diminta segera menangkap

"Pelakunya kan, polisi selama ini sudah tahu. Apakah yang disebut kelompok kriminal bersenjata, kelompok bersenjata dan lainnya," kata anggota komisi yang membidangi politik, hukum dan HAM itu, Senin (30/10/2017).
Ilustrasi - tempo.co 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Wilhelmus Pigai mengatakan, selama ini kepolisian sudah mengetahui kelompok bersenjata yang melakukan penembakan di area PT Freeport Indonesia, termasuk kejadian dalam beberapa hari terakhir. 

Katanya, pelaku tidak perlu dicari lagi, karena polisi sudah mengantongi pihak yang diduga melakukan penembakan.

"Pelakunya kan, polisi selama ini sudah tahu. Apakah yang disebut kelompok kriminal bersenjata, kelompok bersenjata dan lainnya," kata anggota komisi yang membidangi politik, hukum dan HAM itu, Senin (30/10/2017).

Legislator dari daerah perwakilan Mimika dan kabupaten sekitarnya itu mengatakan, kalau polisi sudah mengetahui pelaku, kejar, dan tangkap mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, juga membuktikan kepada publik kalau mereka inilah yang selama ini melakukan penembakan, serta apa penyebabnya.

"Kan aparat punya kemampuan, peralatan yang canggih, tinggal dikejar saja, tapi jangan masyarakat sipil menjadi korban. Kalau masyarakat sipil korban, itu yang disebut pelanggaran HAM, dan itu tidak boleh," ujarnya.

Menurutnya, jika aparat keamanan melakukan penyisiran, harus sesuai standar operasional prosedur (SOP). Harus dalam batas wajar, tidak membabi-buta, karena ia yakni kelompok penyerang ini tidak tinggal di dalam kampung bersama masyarakat.

"Kelompok ini bergerilya di hutan dan memiliki kemampuan intelejensi kuat. Mereka tahu setiap lokasi," katanya. 

Legislator Papua lainnya dari daerah Mimika, Thomas Sondegau mengatakan, pelaku harus ditangkap, supaya masalah ini tidak bias dan mengorbankan masyarakat yang tidak bersalah. 

"Pelaku perlu ditangkap untuk mengetahui apa motif di balik aksi itu, dan apa keinginan mereka," kata Thomas.

Namun menurutnya, jika memungkinkan aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif.

"Itu akan lebih bagus lagi, agar tidak ada kekerasan apalagi menyebabkan korban jiwa," ujarnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Pemimpin Kabupaten Jayapura final, pihak tertentu diharap tak berpolemik

Selanjutnya

Terjerat korupsi, Bupati Biak Numfor akan digantikan wakilnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6167x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5745x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3879x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe