Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tiga tahun, lulusan SD di lima kampung ini tak lanjut ke SMP
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 20:16
  • 360x views

Tiga tahun, lulusan SD di lima kampung ini tak lanjut ke SMP

Lulusan SD di lima kampung di distrik Kaptel, kabupaten Merauke, terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP lantaran jarak sekolah yang sangat jauh. SMP hanya ada di ibukota distrik, tujuh jam perjalanan melalui jalur laut dari kampung-kampung tersebut.
Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa, saat berikan keterangan pers kepada wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Lulusan SD di lima kampung di distrik Kaptel, kabupaten Merauke, terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP lantaran jarak sekolah yang sangat jauh. SMP hanya ada di ibukota distrik, tujuh jam perjalanan melalui jalur laut dari kampung-kampung tersebut.

Hal tersebut diungkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, kepada Jubi, Senin (30/10/2017).

Sirfefa bersama beberapa anggota DPRD Merauke pada masa reses ini melakukan kunjungan kerja selama beberapa hari di distrik Kaptel. Dalam kunjungan tersebut ditemukan sejumlah persoalan serius yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Dari dialog bersama masyarakat dan guru, ternyata orangtua dari anak-anak di lima kampung di distrik Kaptel tak menyekolahkan anaknya ke bangku sekolah menengah pertama (SMP). Itu diakibatkan jarak dari kampung sangat jauh dengan SMP di ibukota distrik,”ungkap Sirfefa.

Dari penjelasan kepala distrik, katanya, jarak lima kampung dengan ibukota distrik sangat jauh dan satu-satunya transportasi hanya dengan jalur laut. Untuk sampai di ibukota distrik, perjalanan memakan waktu sekitar tujuh jam.

“Ini menjadi salah satu penyebab sehingga anak-anak di sejumlah kampung tak bisa ke ibukota distrik melanjutkan studi di bangku SMP. Kondisi tersebut sudah berjalan tiga tahun terakhir,” ujarnya.

“Saya kira ini menjadi tugas dan tanggung jawab Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze, untuk segera mencari solusi terbaik,” pintanya.

Intinya, lanjut dia, anak-anak dari kampung harus dibawa ke ibukota distrik agar bisa melanjutkan studi di SMP.

“Saran saya, dinas menyewa rumah sementara sambil membangun asrama agar anak-anak ditampung sekaligus sekolah,” ujarnya.

Anggota dewan lainnya, Tarsisius Awi, menambahkan kondisi pendidikan di daerah pedalaman sangat memprihatinkan karena proses belajar mengajar tak berjalan baik.

“Banyak guru dengan alasan melanjutkan studi, mangkir dari tempat tugas dan lebih banyak berada di kota. Ketika anak ke sekolah, terpaksamereka pulang lantaran gurunya tak berada di tempat,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Tempat judi roleks dibongkar, pengelola digelandang ke Polres Merauke

Selanjutnya

Sumber air Rawa Biru dipalang lagi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe