Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sumber air Rawa Biru dipalang lagi
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 20:56
  • 766x views

Sumber air Rawa Biru dipalang lagi

Sumber air di kampung Rawa Biru, distrik Sota, kabupaten Merauke, kembali dipalang oleh pemilik ulayat. Padahal pekan lalu sumber air ini baru dibuka, menyusul pertemuan Bupati Merauke, Frederikus Gebze, dengan warga setempat.
Kepala Distrik Sota, Yuliastri Karim, saat memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan pasca pemalangan sumber air di kampung Rawa Biru – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Sumber air di kampung Rawa Biru, distrik Sota, kabupaten Merauke, kembali dipalang oleh pemilik ulayat. Padahal pekan lalu sumber air ini baru dibuka, menyusul pertemuan Bupati Merauke, Frederikus Gebze, dengan warga setempat.

Kepala Distrik Sota, Yuliastri Karim, kepada Jubi, Senin (30/10/2017), mengatakan pihaknya mendapatkan informasi jika lokasi sumber air di Rawa Biru yang merupakan satu-satunya sumber air bersih bagi masyarakat Merauke kota dan sekitarnya, beberapa hari lalu kembail dipalang pemilik ulayat.

“Saya belum ke kampung Rawa Biru untuk dialog langsung dengan para pemilik ulayat. Pemalangan dilakukan sejak hari Jumat (27/10/2017) sampai sekarang,” katanya.

Dia juga belum mengetahui alasan dilakukan pemalangan lagi, padahal sudah ada pertemuan Bupati Merauke bersama warga beberapa waktu lalu.

“Dalam satu atau dua hari ke depan, saya akan ke kampung Rawa Biru untuk dialog dengan warga disana,” ujarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, minta Pemkab Merauke  segera mengambil langkah karena air Rawa Biru sangat dibutuhkan masyarakat di kota.

“Saya juga minta Pemkab Merauke membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan sekaligus menginventarisir kepemilikan ulayat sumber air di Rawa Biru. Ketika ada pembayaran ganti rugi, tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pintanya.

Sirfefa berjanji dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil Pemkab Merauke dan PT Wedu untuk duduk sekaligus membahas kembali penyelesaian pembayaran ganti rugi sehingga aksi pemalangan tidak terjadi lagi. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Tiga tahun, lulusan SD di lima kampung ini tak lanjut ke SMP

Selanjutnya

Kualitas dan rasa beras Merauke disukai warga PNG

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe