Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pakaian bekas di pasar Enarotali masih laku
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 22:43
  • 1067x views

Pakaian bekas di pasar Enarotali masih laku

Para pembeli pakaian tidak hanya berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah, namun juga masyarakat atas.
Seorang warga Paniai sedang memilih pakaian bekas di pasar tradisional Enarotali, Senin, (31/10/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi – Penjualan pakaian bekas di pasar Enarotali, Kabupaten Paniai sejak beberapa tahun silam masih banyak diminati pembeli. Para pembeli pakaian tidak hanya berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah, namun juga masyarakat atas.

“Hampir setiap saat banyak pembeli. Kebanyakan anak muda, mama-mama, bapak dan banyak juga anak sekolah,” kata Fandi, seorang pedagang pakaian bekas, di pasar Enarotali, Kabupaten Paniai kepada Jubi, Senin, (30/10/2017).

Ia menyebutkan, kondisi itu menjadi alasan ia bisnis pakaian bekas yang bukan semata-mata ada permintaan dari arus bawah dan gengsi, tapi kebutuhan sandang bagi masyarakat luas.

Menurut dia, pakaian yang dijual rata-rata di bawah Rp 100 ribu itu mampu menyedot perhatian masyarakat dari pada pakaian baru yang dijual di toko . “Warga kadang abai terhadap pakaian  baru,” kata Fandi  menambahkan.

Ia mengaku harga jual pakaian seperti celana jeans hanya Rp 100 rib, sedangkan jaket mencapai Rp150 ribu. Lebih murah lagi  seperti celana pendek, baju kaos, dan baju kemeja yang ia jual rata-rata antara Rp 35 ribu hingga Rp 75 ribu.

Fandi mengingatkan konsumen agar mencuci dan menyeterika pakaian yang ia jual sebelum dipakai. Ia tak memungkiri  baju bekas itu terdapat kutu atau serangga yang dapat menyebabkan pemakainya terinfeksi aneka penyakit kulit hingga sistem pernafasannya.

Seorang pembeli pakaian bekas, Paulus Nawipa, mengatakan, sering ke pasar Enarotali jika ingin membeli pakaian . Lebih hemat menjadi alasan ia enggan membeli pakaian baru keluaran pabrik. “Akan mengeluarkan banyak uang ketimbang membeli pakaian bekas,” kata Paulus.

Alasan lain, model pakaian bekas yang dijual tetap gaul meski sisa dipakai orang lain. “Kalau saya bawa uang Rp 200 ribu itu bisa dapat empat atau lima pakaian,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

GNNT, Bank Papua siap laksanakan MoU dengan pemda se Papua

Selanjutnya

Robohnya jembatan Okomo pengaruhi harga ikan laut

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe