Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Robohnya jembatan Okomo pengaruhi harga ikan laut
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 23:08
  • 1428x views

Robohnya jembatan Okomo pengaruhi harga ikan laut

Jembatan dirobohkan warga akibat insiden seorang pegawai honorer Dishub Kabupaten Deiyai, bernama Bonifasius Pekey  diserempet kendaraan milik PT Kresna Dewa Paniai.
Ikan laut yang dijual di pasar tradisional Enarotali, Paniai, Senin, (30/10/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi –Robohnya jembatan Okomo, Deiyai yang menghubungkan akses jalan Nabire ke Paniai mempengaruhi harga ikan laut di pasar Enarotali. Jembatan dirobohkan warga akibat insiden seorang pegawai honorer Dishub Kabupaten Deiyai, bernama Bonifasius Pekey  diserempet kendaraan milik PT Kresna Dewa Paniai.

“Sehingga kiriman ikan laut dari Nabire sampai tiga hari ini tidak sampai  karena jembatan Okomod diputuskan oleh warga,” kata seorang pedagang ikan laut di pasar Enarotali, Supriyanto,33 tahun,  kepada Jubi, Senin, (30/10/2017) siang.

Ia menyebutkan kendaraan pengagkut ikan tidak bisa lewat sehingga pasokan menurun, akibatnya harga ikan laut naik sehari sejak jembatan roboh.

"Seperti harga ikan ekor kuning, awalnya hanya Rp 60 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 100 ribu per kilogram," kata Supriyanto, menjelaskan.

Supriyanto berencana menjual ikan tawar jika kondisi krisis ikan laut berkepanjangan. Langkah itu dilakukan agar pelanggan  tidak kecewa. “Terpaksa saya tawari ikan air tawar," katanya.

Pedagang lainnya, Muh. Jufri mengatakan  semua jenis ikan laut harganya naik. Ia menyebutkan ikan sembilan naik menjadi Rp 70 ribu dari harga sebelumnya Rp 50 ribu. “Begitu juga dengan ikan kakap yang kini dijual Rp 150 ribu per satu ekor dari sebelumnya hanya Rp 100 ribu,” kata Jufri.

Ia memperkirakan jika kondisi ini terus berkepanjangan maka warga tidak bisa konsumsi lagi ikan laut. “Karena satu-satunya mendatangkan ikan laut hanyalah jalan darat dari Nabire,” katanya.  (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pakaian bekas di pasar Enarotali masih laku

Selanjutnya

Triwulan III, jumlah pelanggan PLN Jayapura naik signifikan 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6044x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5686x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3718x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe