Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Masyarakat Korowai berharap tenaga medis menetap
  • Selasa, 31 Oktober 2017 — 15:23
  • 627x views

Masyarakat Korowai berharap tenaga medis menetap

"Setelah kami cerita dengan masyarakat dan Pdt. Trevor hal yang sama disampaikan mereka, bahwa harus ada petugas kesehatan yang tinggal bersama dengan masyarakat di Danowage, Afimabul dan Sinimburuk," kata dr Aaron.
Penginjil Jimmy Weyato (baju  kuning) bersama Pdt. Trevor saat melakukan pelayanan pengobatan pada masyarakat Korowai di Kampung Ayak. - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Keinginan para penginjil dan masyarakat Korowai sangat sederhana, yakni harus ada petugas kesehatan yang tinggal bersama mereka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum, kepada Jubi, usai melakukan pelayanan dan pengobatan di Korowai, Senin, (30/10/2017).

"Setelah kami cerita dengan masyarakat dan Pdt. Trevor hal yang sama disampaikan mereka, bahwa harus ada petugas kesehatan yang tinggal bersama dengan masyarakat di Danowage, Afimabul dan Sinimburuk," kata dr Aaron.

Kata dr Aaron, Danowage memiliki akses lapangan terbang yang bagus dan ia berharap kabupaten yang berbatasan wilayah dengan Korowai, bisa membangun Pustu (Puskesmas Pembatu) di masing-masing pos.

"Jadi petugas kesehatan bukan datang mengobat satu hari, terus pergi. Itu yang pertama kami dengar ketika masyarakat berbicara dengan gubernur dan tim kesehatan Dinkes Provinsi Papua."

Ia menambahkan Dinkes berencana Januari-April 2018, Puskesmas Yaniruma menempatkan tenaga kesehatan di Korowai.

"Mei sampai Desember 2018 Kepala Dinkes Provinsi Papua dr. Aloisius Giyai sudah berjanji akan menempatkan satuan tugas pelayanan kesehatan kaki telanjang untuk bertugas di Danowage," terangnya.

Sementara itu Jimmy Weyato penginjil di Danowage mengatakan pelayanan kesehatan selama ini dibutuhkan masyarakat Korowai. Apalagi kabupaten yang berbatasan dengan Korowai selalu saling lempar tanggung jawab.

"Karena belum ada pos pelayanan kesehatan di sini banyak masyarakat meninggal. Seharusnya mereka bisa tertolong dengan obat melalui tenaga medis yang ditempatkan di masing-masing pos. Kami berharap apa yang disampaikan dan dilihat oleh tim Kementerian Kesehatan bersama Dinkes Provinsi Papua bisa menjadi rekomendasi lantas terwujud," harap Jimmy. (*)

loading...

Sebelumnya

RSUD Jayapura ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan

Selanjutnya

Bercocok tanam bukan kebiasaan masyarakat Korowai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe