Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Terjerat korupsi, Bupati Biak Numfor akan digantikan wakilnya
  • Rabu, 31 Oktober 2017 — 11:29
  • 204x views

Terjerat korupsi, Bupati Biak Numfor akan digantikan wakilnya

"Dalam waktu dekat, Asisten I Setda Provinsi Papua akan membawa keputusan gubernur kepada Wakil Bupati Biak Numfor untuk melaksanakan tugas bupati di Kabupaten Biak," katanya.
Ilustrasi korupsi - Jubi/IST
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Ditetapkannya Bupati Biak Numfor, Thomas Alva Edison Ondy, sebagai tersangka kasus korupsi penyalahgunakan APBD senilai Rp84 miliar, ketika menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Mamberamo Raya, membuat Pemerintah Provinsi Papua bergerak cepat mengeluarkan surat perintah untuk mengganti atau menunjuk pelaksana tugas guna menjalankan roda pemerintahan di daerah tersebut.

Pemerintah Provinsi Papua melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Herry Dosinaen kepada wartawan, Selasa (31/10/2017) di Jayapura mengatakan, kini pihaknya sudah menyiapkan surat perintah gubernur kepada Wakil Bupati Biak Numfor untuk menjalankan roda pemerintahan semenjak bupati tersangkut kasus korupsi.

"Dalam waktu dekat, Asisten I Setda Provinsi Papua akan membawa keputusan gubernur kepada Wakil Bupati Biak Numfor untuk melaksanakan tugas bupati di Kabupaten Biak," katanya.

Sementara Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli, di Jayapura mengatakan, kasus korupsi Rp84 miliar yang menjerat Bupati Biak ikut menyeret dua tersangka yang merupakan pegawai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua yakni SB dan TSA.

Sebelumnya, pada sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Klas 1A Jayapura dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada Senin (23/10/2017) lalu, dalam sidang, JPU mendakwa Bupati Biak telah melakukan korupsi dan tindakan pencucian uang sehingga dakwaannya kumulatif.

Penasehat Hukum dari Thomas Ondi, Mara Johan Panggabean menanggapi sidang perdana kliennya pada Senin lalu baru sebatas dugaan dan kebenarannya akan diperiksa di persidangan.

"Karena nanti kan ada alat-alat bukti baik keterangan saksi maupun surat-surat, dan berdasarkan itu kita bisa menentukan apakah terdakwa bersalah atau tidak," kata Mara. 

Sepanjang ini pihaknya belum bisa mengatakan apa pun, karena belum ada keputusan yang menyatakan kesalahan kliennya tersebut. "Jadi kita jalani persidangan ini saja sampai nanti selesai, ya kira-kira begitu," ujarnya.

Mara juga membenarkan bahwa kondisi kliennya dalam kondisi tidak sehat. Secara faktual klien itu, kata dia, memang sedang sakit mulai dari awal penyidikan tahap II sampai saat ini. 

"Di ginjalnya itu ada pemasangan selang yang fungsinya untuk mengeluarkan batu di dalam ginjal melalui ureter. Dan itu sudah terpasang tiga bulan. Menurut ketentuan tidak boleh lebih dari tiga bulan karena kalau lebih akan menimbulkan ekses, makanya sekarang beliau merasakan sangat sakit karena sudah hampir lima bulan. Dan kondisinya semakin menurun baik semasa di tahanan Polda dan rutan itu perawatannya tidak teratur," katanya.

Atas alasan kondisi kesehatan Thomas Ondi yang menurun itulah, penasehat hukum meminta pengalihan tahanan menjadi tahanan kota sehingga ada ruang bagi kliennya untuk melakukan pengobatan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelaku penembakan di PTFI teridentifikasi, polisi diminta segera menangkap

Selanjutnya

Pilkada Papua diakui rawan konflik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe