Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. HPS ke-13, Papua menuju agroindustri pangan dan energi
  • Selasa, 31 Oktober 2017 — 21:21
  • 788x views

HPS ke-13, Papua menuju agroindustri pangan dan energi

Papua tetap menempatkan prioritas pembangunan pertanian dan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi. Masalah ketersediaan pangan dan energi akan tetap menjadi fokus perhatian ke depan dalam upaya mempercepat laju transformasi agribisnis menuju agroindustri di Papua.
Para petani saat menjajakan hasil kebun pada perayaan Hari Pangan Sedunia yang dipusatkan di Kantor Dinas Otonom - Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Peringatan Hari Pangan Seduani (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture organization (FAO) yang menetapkan World Food Day melalui resolusi PBB No. 1/1979 yang merupakan tindak lanjut dari kesepakatan FAO Conference, 20 November 1979 di Roma, Itali yang dihadiri oleh 147 negara anggota FAO.

Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, seluruh negara anggota FAO termasuk Indonesia memperingati HPS secara nasional pada tanggal 16 Oktober bertepatan dengan terbentuknya FAO.

"Penyelenggaraan HPS di Papua dijadikan momentum dalam menguatkan generasi muda dalam Pembangunan pertanian dalam artian luas sesuai dengan tema HPS ke-37 tahun 2017 yang ditetapkan FAO yaitu "Change The future of migration, invest in food security and rural development". Sedangkan tema nasional yang telah dicanangkan adalah "Menggerakan generasi muda dalam membangun pertanian menuju Indonesia lumbung pangan dunia", kata Ketua Panitia HPS Provinsi Papua yang juga Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Julius Omburi, yang berlangsung di Dinas Otonom, Selasa (31/10/2017).

Dikatakan, HPS tahun ini diharapkan dapat menstimulasi peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap penyediaan pangan, melalui berbagai kegiatan seperti pengabdian masyarakat, gelar pangan, gelar pembangunan teknologi, dan pasar tani.

"Selain itu, diharapkan akan menjadi ajang tukar pikiran antara pemangku kepentingan dalam mendukung kemandirian pangan dan energi dan pemerhati lingkungan hidup," ujarnya.

Selain itu, melalui sistem pertanian bioindustri berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pemenuhan pangan dan energi nasional. Menyadari potensi dan urgensi pengembangan bioekonomi berbasis pertanian, maka Kementerian Pertanian telah menyusun dokumen Strategis Induk Pembanguan Pangan ( SIPP) 2015-2045.

"Papua tetap menempatkan prioritas pembangunan pertanian dan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi. Masalah ketersediaan pangan dan energi akan tetap menjadi fokus perhatian ke depan dalam upaya mempercepat laju transformasi agribisnis menuju agroindustri di Papua," katanya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Elia Loupatty, menambahkan, kesepakatan FAO pada saat itu adalah seluruh negara dan masyarakat dunia secara keseluruhan mengupayakan untuk menghilangkan kelaparan dan kekurangan gizi dalam waktu satu dekade.

"Ini menunjukkan kepada kita bahwa pimpinan negara dan pemerintah telah mengikrarkan komitmennya untuk mewujudkan ketahanan pangan serta mewujudkan upaya penghapusan kelaparan di seluruh negara anggota," katanya.

Loupatty menambahkan, namun sampai saat ini pernyataan tersebut belum dapat diwujudkan dengan baik. Hal ini disebabkan karena adanya masalah ketidakseimbangan antara ketersediaan, distribusi, daya beli, konsumsi pangan dan pertumbuhan penduduk antarwilayah maupun negara.

"Papua miliki potensi SDA yang dapat diandalkan dalam rangka untuk mendukung penyediaan pangan baik untuk masa sekarang maupun yang akan datang. Laju pertumbuhan penduduk per tahun kurang lebih 3,46 persen sehingga konsekuensinya akan meningkatkan permintaan terhadap pangan baik dari segi kualitas maupun kuantitas, di samping faktor lain yang mempengaruhinya seperti adanya peningkatan daya beli masyarakat dan perubahan selera terhadap pangan yang dibutuhkan," ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Rayakan HUT ke-12, MRP tanpa anggota definitif

Selanjutnya

8.765 nelayan di Papua kantongi kartu asuransi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe