Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Objek wisata di Papua disarankan dibenahi sebelum PON XX
  • Selasa, 31 Oktober 2017 — 22:35
  • 878x views

Objek wisata di Papua disarankan dibenahi sebelum PON XX

"Salah satu objek wisata yang kini butuh perhatian pemerintah adalah taman burung dan taman anggrek di Kabupaten Biak Numfor. Dua pekan lalu kami ke sana melihat kondisi taman burung di Biak," katanya kepada Jubi, Selasa (31/10/2017).
Ilustrasi salah satu lokasi wisata di Kota Jayapura, Papua - Jubi. Dok 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi II DPR Papua, komisi yang membidangi pariwisata, Mustakim mengatakan, sejak kini potensi objek wisata di Papua perlu dibenahi sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2020 di Papua.

Katanya, ketika pelaksanaan PON Papua, puluhan ribu orang akan datang ke Papua. Mereka ini tidak hanya akan menyaksikan pertandingan PON, juga ingin mengunjungi objek-objek wisata di Papua.

"Salah satu objek wisata yang kini butuh perhatian pemerintah adalah taman burung dan taman anggrek di Kabupaten Biak Numfor. Dua pekan lalu kami ke sana melihat kondisi taman burung di Biak," katanya kepada Jubi, Selasa (31/10/2017).

Menurutnya, objek wisata yang tersebar di berbagai daerah di Papua, merupakan potensi untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), jika dikelola dengan baik.

"Ini potensi untuk menambah PAD. Tidak hanya untuk kabupaten, juga provinsi. Kami sangat berharap pemerintah melirik potensi ini," ujarnya.

Mengenai taman burung dan taman anggrek di Kabupaten Biak kata Mustakim, merupakan aset Dinas Kehutanan Provinsi Papua. 

"Aset ini salah satu potensi wisata yang perlu dibenahi, sebelum pelaksanaan PON Papua, karena kabupaten itu, salah satu klaster penyelenggara cabang olahraga dalam PON XX, 2020," katanya. 

Pengajar jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Christine O. I. Sanggenafa berharap, pemerintah mendata sejumlah destinasi pariwista sebagai awal untuk pengembangan dan dapat dinikmati saat PON, 2020. 

“Mulai destinasi pantai, kuliner lokal, maupun tempat yang layak untuk foto di sebagai dokumentasi pengunjung  untuk mengenang Papua,” kata Christine Sanggenafa, kepada Jubi belum lama ini.

Menurutnya, pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Papua, dapat dikelola sendiri oleh masyarakat setempat, tanpa harus mendatangkan orang luar.

“Tidak perlu mendatangkan orang dari luar Papua. Saya usulkan agar berdayakan orang Papua yang ada di Dinas Pariwisata setempat untuk mengelola," ucapnya.

Katanya, pemerintah boleh mendatangkan orang dari luar Papua, namun jangan sampai konsep pariwisata mengabaikan kearifan lokal. 

“Pemerintah bisa libatkan Dinas Pariwisata, masyarakat adat, pemilik hak ulayat, untuk diskusi dan mengkaji khusus mengenai pariwisata di Papua," katanya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Polda Metro Jaya tangguhkan penahanan 11 warga Tolikara

Selanjutnya

Taman burung di Biak berpotensi dijadikan kebun binatang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe