Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Taman burung di Biak berpotensi dijadikan kebun binatang
  • Selasa, 31 Oktober 2017 — 22:40
  • 1173x views

Taman burung di Biak berpotensi dijadikan kebun binatang

"Kalau ini dikelola baik, dan satwa di dalamnya ditambah, tidak menutup kemungkinan dapat dijadikan kebun binatang," kata Mustakim kepada Jubi, Selasa (31/10/2017).
Taman burung dan anggrek di jalan Raya Bosnik Km.12, Kampung Rim, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua - IST 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi II DPR Papua, komisi yang membidangi pariwisata, Mustakim, mengatakan taman burung dan taman anggrek di Kabupaten Biak Numfor berpotensi dijadikan kebun binatang.

Namun, kata dia, taman burung dan taman anggrek yang memiliki luas 28 hektare, hanya lima hektare saja yang digunakan. 

"Kalau ini dikelola baik, dan satwa di dalamnya ditambah, tidak menutup kemungkinan dapat dijadikan kebun binatang," kata Mustakim kepada Jubi, Selasa (31/10/2017).

Menurutnya, luas lokasi taman burung dan taman anggrek itu memungkinkan untuk dijadikan kebun binatang. Hanya saja, berbagai hal perlu dibenahi jika ingin menjadikan taman burung dan taman anggrek di Biak sebagai kebun binatang.

"Beberapa fasilitas misalnya sangkar burung, dapur, klinik hewan, sumber air dan saran penunjang lainnya perlu dilengkapi dan dibenahi," ujarnya.

Katanya, jika melihat kondisi kini, taman burung yang beralamat di jalan Raya Bosnik Km.12, Kampung Rim, Distrik Biak Timur itu, tidak dapat disebut taman, hanya kebun burung, karena fasilitas di dalamnya perlu pembenahan.

"Ini yang harus diperhatikan pemerintah, karena kalau dari sisi lokasi dan luasnya, sudah sangat memungkinkan" katanya. 

Salah satu warga Kabupaten Biak Numfor, Mama Mirino kepada Jubi beberapa waktu lalu mengatakan, dulunya terdapat kurang lebih 33 jenis burung di taman burung dan anggrek biak, dengan populasi mencapai 200 ekor. Namun kini hanya tersisa 12 jenis burung.

"Jenis burung itu di antaranya, Julang Papua (Taun-taun), Mambruk Victoria,  Kakatua Jambul Kuning, Bayan, Beo, Nuri Raja Sayap Kuning, Kum-kum Putih, Kum-kum Hitam, Delimukan Dewata, Kum-kum hijau ekor dewata, Kum-kum rempah dan Kasuari," kata Mama Mirino ketika itu. 

Agustus 2014 jumlah koleksi burung sekitar 88 ekor yang terbagi dalam 25 jenis burung. Dari tahun ke tahun jumlah burung di taman terus menurun. Diduga salah satu penyebabnya karena kondisi taman (kandang) yang sudah kumuh. (*) 

loading...

Sebelumnya

Objek wisata di Papua disarankan dibenahi sebelum PON XX

Selanjutnya

Perusahaan kayu diingatkan ikut jaga jalan Sarmi-Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe