Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Kematian warga Samenage dinyatakan bukan karena wabah
  • Rabu, 01 November 2017 — 05:58
  • 1499x views

Kematian warga Samenage dinyatakan bukan karena wabah

“Jadi, hasilnya dan kecocokan data kematian dari Dinas Kesehatan di lapangan, sebanyak 24 orang dengan kematian tidak beruntun, dan bukan karena wabah, melainkan penyakit biasa," sampainya, Selasa (31/10/2017).
Dokter Fransiskus Fenanlampir saat mengobati masyarakat Samenage di Helenga, Kampung Samenage - Jubi/Piter Lokon
Piter Lokon
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yahukimo, Jubi - Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah mengumumkan laporan tim kesehatan di Distrik Samenage selama satu pekan, sejak 17-22 Oktober 2017.

Bupati Yahukimo Abock Busup, mengatakan, setelah membaca di media lokal dan nasional yang memberitakan ada 38 orang warga Samenage meninggal karena penyakit berbahaya atau wabah, ia segera menerjunkan tim kesehatan melalu Dinas Kesehatan Yahukimo.

“Jadi, hasilnya dan kecocokan data kematian dari Dinas Kesehatan di lapangan, sebanyak 24 orang dengan kematian tidak beruntun, dan bukan karena wabah, melainkan penyakit biasa," sampainya, Selasa (31/10/2017).

Bupati menjelaskan kematian juga disebabkan karena tidak ada petugas kesehatan di tempat, padahal Kepala Puskemas adalah anak asli Samenage.

"Kepala Puskesmas lama sudah diganti. Pemerintah juga akan suplai obat-obatan ke Distrik Samenage," sampainya.

Sementara di hari yang sama, dr. Fransiskus Fenanlampir, menjelaskan selama pelayanan kesehatan di Samenage, sekitar 122 orang yang telah dilayani.

"Karena mungkin diduga wabah, beberapa jenazah malah dibakar bukan dikubur. Kami sempat ke lokasi di mana jenazah dibakar. Setelah pengobatan, kami  menemui tokoh masyarakat dan gereja juga masyarakat untuk mengenali tentang kematian yang terjadi dari awal Januari hingga Agustus 2017," jelasnya.

Lanjutnya, setelah mengumpulkan data kematian dari sembilan kampung, berikutnya mereka mencocokan data kematian yang masuk ke Dinas Kesehatan berjumlah 38 orang.

"Namun setelah kami mencocokkan data mentah dari lapangan terdapat 24 nama yang sesuai dengan data di Dinas Kesehatan. Ini berarti terdapat data 14 orang yang tidak cocok antara data mentah dengan data yang masuk ke Dinas Kesehatan. Sekarang semua pendataan sudah dilakukan," jelasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Koordinasi tingkat Distrik di Jayawijaya terhambat akses internet

Selanjutnya

Mencurigakan, calon PPD Jayawijaya anggota partai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9827x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6404x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6052x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4698x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe