Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Rumah dinas guru di distrik Kaptel tidak layak huni
  • Rabu, 01 November 2017 — 07:21
  • 867x views

Rumah dinas guru di distrik Kaptel tidak layak huni

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, menyoroti beberapa rumah dinas guru SD dan SMP di distrik Kaptel yang tidak layak huni.
Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa, saat memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, menyoroti beberapa rumah dinas guru SD dan SMP di distrik Kaptel yang tidak layak huni.

“Saya sudah lihat langsung kondisi beberapa rumah guru di distrik Kaptel yang sudah tak layak lagi untuk ditempati. Untuk itu, harus segera dilakukan renovasi,” pintanya, kepada Jubi, Selasa (31/10/2017).

Meskipun kondisi rumah dinas tak layak, namun para guru tetap menempati sekaligus menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagaimana biasa mendidik anak murid.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan hearing bersama organisasi perangkat daerah (OPD). Masalah ini nanti akan kami angkat sekaligus bahas untuk segera dianggarkan dana agar dapat diperbaiki. Itu dengan tujuan para guru betah tinggal dan melaksanakan tugasnya disana,” ujar Sirfefa.

Dikatakan, bagaimana mungkin kita menuntut guru harus berada di tempat tugas, sementara fasilitas pendukung, termasuk rumah guru kondisinya rusak berat.

Sejumlah persoalan lain yang dikeluhkan masyarakat distrik Kaptel, lanjut Sirfefa, adalah masalah perumahan penduduk. Sejumlah rumah harus dibangun kembali karena sudah rusak.

“Saya kira Pemkab Merauke harus mengambil langkah cepat membangun rumah penduduk orang asli Papua. Karena umumnya rumah sudah rusak, dinding maupun atapnya,” pinta dia.

Anggota DPRD Merauke lainnya, Nathaniel Paliting, juga minta pemerintah setempat memberikan perhatian kepada para guru, terutama rumah dinas, sehingga mereka betah tinggal dan dapat melaksanakan tugasnya.

“Tidak mungkin para guru harus menumpang tinggal di rumah warga. Olehnya, jika ada rumah dinas rusak, harus segera direnovasi,” pintanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Januari-September, sebanyak 95 orang di Merauke positif HIV

Selanjutnya

Bakar hutan, beberapa rumah warga nyaris dilalap api

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe