Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Jalan panjang Puigdemont, setelah Catalonia merdeka
  • Rabu, 01 November 2017 — 17:22
  • 751x views

Jalan panjang Puigdemont, setelah Catalonia merdeka

Puigdemont beserta lima mantan anak buahnya dikabarkan harus melalui jalan darat menuju Kota Marseilles, Prancis, kemudian dari sana baru menumpang pesawat. Bekaert menyangkal kabar kalau Puigdemont mencari suaka di Belgia.
Carles Puigdemont. Reuters/Jubi
Syam Terrajana
syam@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Spanyol, Jubi - Presiden terbuang Catalonia, Carles Puigdemont, diundang Pengadilan Tinggi Spanyol untuk memberi kesaksian hari ini. Puigdemont dan 13 anggota pemerintahannya dipecat dari pemerintahan karena mendorong referendum Catalonia untuk merdeka.

Sebelumnya, Puigdemont yang berada di Brussels, Belgia, menyatakan pihaknya menerima keputusan pemerintah Spanyol menyelenggarakan pemilihan umum dini di daerah otonom Barcelona. Pemilu itu direncanakan digelar pada 21 Desember mendatang.

Dalam jumpa pers di Brussels, Puigdemont mengatakan dirinya akan kembali ke Catalonia, andaikan ada jaminan dari pemerintah Spanyol yang berpusat di Madrid.

Puigdemont sendiri mengaku tak mencari suaka ke Belgia setelah jaksa Spanyol menganjurkan dakwaan pemberontakan dan penghasutan. Dan, pengadilan tinggi Spanyol akan memulai proses persidangan tersebut.

Puigdemont pun menegaskan pihaknya masih mendorong kemerdekaan seutuhnya Catalonia dari Spanyol. Dia menggunakan frasa ‘jalan masih panjang’.

"Saya meminta rakyat Catalonia menyiapkan perjalanan panjang. Demokrasi akan menjadi dasar kemenangan kami," kata Puigdemont yang berada di Brussels sejak akhir pekan lalu seperti dikutip dari Reuters.

Apa yang terjadi di Catalonia sejak awal bulan ini menjadi yang terbesar dalam empat dekade terakhir sejarah Spanyol yang dipicu referendum kemerdekaan di Catalonia pada awal Oktober lalu.

Meskipun dinyatakan ilegal oleh pengadilan Spanyol dan kurang dari separuh pemilih yang memenuhi syarat Catalonia ikut ambil bagian dalam pemungutan suara, pemerintah daerah otonom yang kala itu dipimpin Puigdemont menyatakan pemungutan suara tersebut memberinya mandat untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

Puigdemont, juga dikabarkan minta bantuan dari advokat kawakan setempat, Paul Beakert.

Dilansir dari laman Reuters, Selasa (31/10/2017), buat sampai ke Belgia, Puigdemont beserta lima mantan anak buahnya dikabarkan harus melalui jalan darat menuju Kota Marseilles, Prancis, kemudian dari sana baru menumpang pesawat. Bekaert menyangkal kabar kalau Puigdemont mencari suaka di Belgia.

"Carles Puigdemont menunjuk saya sebagai kuasa hukumnya. Soal mengajukan suaka belum bisa dipastikan," kata Bekaert.

Di masa lalu, Bekaert juga pernah menangani perkara orang-orang Spanyol dalam pengasingan terlibat dalam gerakan ETA, bertujuan memerdekakan Negara Bagian Basque.

Kementerian Imigrasi Belgia yang merupakan anggota Partai N-VA, sayap politik pemberontak Flemish, mengatakan Puigdemont bisa saja mendapat suaka. Namun, pernyataan itu buru-buru dibantah oleh Perdana Menteri Belgia, Charles Michel.

Jaksa Agung Spanyol, Jose Manuel Maza, menyatakan mereka sedang mempersiapkan berkas perkara buat Puigdemont dan sejumlah mantan pejabat Negara Bagian Catalunya.

Dia menyatakan, mereka bakal dijerat delik pemberontakan, menghasut, dan penyelewengan anggaran negara buat menggelar jajak pendapat menentukan kemerdekaan dari Spanyol. Apabila terbukti, maka Puigdemont terancam dipenjara maksimal 30 tahun.

Puigdemont dan bekas wakilnya, Oriol Junqueras, menolak semua tuduhan dan masih menganggap mereka sebagai pemimpin sah Negara Bagian Catalonia. Meski demikian, partai politik mereka, PdeCat dan Esquerra Republicana de Catalonia, menyatakan bakal ikut dalam pemilihan umum digelar 21 Desember mendatang.

Kehendak Catalonia yang ingin merdeka juga tidak disambut oleh dunia. Sejumlah negara di Eropa dan Uni Eropa justru mendukung Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, buat meredam gejolak itu. Namun, mereka mendesak supaya mendahulukan dialog ketimbang tindakan keras seperti mengirim pasukan. (*)

Sumber: CNN Indonesia/ Merdeka.com

 

loading...

#

Sebelumnya

Taliban, perlawanan dan semerbak opium

Selanjutnya

Dampak bocornya data 46 juta pengguna ponsel Malaysia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe