Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Festival budaya kamp, masyarakat Waningap Nanggo diberikan nasi bungkus basi
  • Kamis, 02 November 2017 — 09:11
  • 428x views

Festival budaya kamp, masyarakat Waningap Nanggo diberikan nasi bungkus basi

Festival budaya kamp (tiang) yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan kabupaten Merauke, di kampung Waninggap Nanggo, menyisakan kekecewaan bagi warga setempat. Selama tiga hari festival, masyarakat disuguhi nasi bungkus basi oleh panitia. Akibatnya, ribuan nasi bungkus itu tidak dimakan dan menjadi santapan anjing.
Warga kampung Waninggap Nanggo memberikan keterangan setelah mendapatkan nasi bungkus yang sudah basi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Festival budaya kamp (tiang) untuk menggantung sagu, pisang, serta hasil alam lain yang diselenggarakan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan kabupaten Merauke, memicu kekecewaan masyarakat setempat.

Betapa tidak, selama tiga hari jalannya festival, ternyata masyarakat disuguhi nasi bungkus basi oleh panitia dari instansi tersebut. Akibatnya, ribuan nasi bungkus itu, tidak dimakan dan menjadi santapan anjing.

Warga kampung Waninggap Nanggo, Godefridus Gebze, kepada Jubi di Wendu, Rabu (1/11/2017), menuturkan festival sudah berlangsung tiga hari. Hanya saja, ketika hendak makan siang, nasi bungkus yang diberikan kepada ribuan warga setempat sudah basi.

“Memang dua kali kami diberikan makan yakni pagi dan siang. Kalau pagi, nasi bungkusnya masih baik. Tetapi siang saat dibagikan, sudah basi. Masyarakat tetap mengambilnya, tetapi tak dimakan. Langsung diberikan kepada anjing,” ujarnya.

Ribuan nasi bungkus tersebut, lanjut dia, dibawa langsung dari kota oleh panitia penyelenggara.

“Kami merasa kecewa karena makanan diberikan sudah basi dan tak dapat dikonsumsi warga,” tuturnya.

Dia juga mengaku kecewa lantaran festival  yang dilaksanakan terkesan mendadak dan tanpa koordinasi terlebih dahulu bersama masyarakat setempat.

“Tiba-tiba saja festival dijalankan selama tiga hari terakhir,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Damang.

“Memang saya lihat sendiri nasi bungkusnya. Begitu dibuka aroma kurang sedap langsung muncul. Sehingga tak dimakan, tetapi diberikan kepada anjing di sekitrnya,” ungkap dia.

“Ada warga hanya mengambil ikan dan daging saja. Sedangkan nasinya dibuang begitu saja, lantaran aroma kurang sedap,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Puluhan anggota Polres Merauke periksa HIV

Selanjutnya

Bangunan pospol Kelapa Lima dipalang pemilik ulayat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe