Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kesehatan Penduduk Ambae memburuk akibat kualitas udara
  • Kamis, 02 November 2017 — 09:24
  • 769x views

Kesehatan Penduduk Ambae memburuk akibat kualitas udara

“Sakit tenggorokan kemungkinan besar terjadi akibat abu dan hujan abu vulkanik itu sendiri, partikel dan partikel-mikro didalam udara, bisa jadi penyebabnya bukan itu tapi dalam kasus ini, kemungkinan besar disebabkan oleh udara yang terkontaminasi abu vulkanik,” Dr. Guyant menjelaskan.
Penduduk Ambae membawa barang-barang saat mereka naik kapal di Pelabuhan Lolowai untuk mengungsi bulan September lalu – Hindustan Times/Reuters
Vanuatu Daily
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Ambae, Jubi – Laporan terbaru dari Ambae menunjukkan banyak penduduk desa menderita sakit tenggorokan, diduga disebabkan oleh kualitas udara yang mengandung abu.

Seorang anggota dewan dari Pemerintah Provinsi Penama - James Taritiro, menjelaskan selain air yang terkontaminasi abu, penduduk
desa berduyun-duyun ke rumah sakit terdekat, termasuk dirinya sendiri.

“Dari pihak pengelola air telah melakukan penilaian dan mengatakan bahwa air itu sudah aman untuk dikonsumsi, tapi sejak dua hari lalu banyak dari kita yang konsumsi air mengalami sakit tenggorokan, batuk, dan flu, saat ini saya sedang di rumah sakit,” tutur Taritiro.

Esther Aru, seorang bidan di rumah sakit Nduidui, menyebutkan kedua pasien pertamanya adalah seorang anak berusia 1 tahun dan ayahnya, keduanya menderita sakit tenggorokan, yang didiagnosis sebagai flu biasa.

Namun, menurut ahli hidrogeologi di bawah Departemen Sumber Daya Air, Erie Sami, dia membatah pendapat bahwa air sebagai faktor yang menyebabkan kesakitan itu: “Tidak mungkin itu disebabkan oleh air, air memiliki efek jangka panjang”.

Dr. Philippe Guyant – staf Kantor Penyakit Menular dibawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Wilayah Pasifik Barat mengatakan bahwa residu abu vulkanik mungkin saja masih berada di kandungan udara, dan menyebabkan sakit tenggorokan seperti itu.

“Sakit tenggorokan kemungkinan besar terjadi akibat abu dan hujan abu vulkanik itu sendiri, partikel dan partikel-mikro didalam udara, bisa jadi penyebabnya bukan itu tapi dalam kasus ini, kemungkinan besar disebabkan oleh udara yang terkontaminasi abu vulkanik,” Dr. Guyant menjelaskan.

Dr. Guyant juga mengatakan keputusan terbaik yang dapat diambil sekarang adalah memindahkan penduduk desa yang bersentuhan langsung dengan hujan abu ke lokasi yang lebih aman untuk sementara, sambil mereka mengumpulkan lebih banyak informasi guna mendapat rekomendasi penanganan yang tepat.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Kepercayaan sihir di PNG tumbuh subur karena sistem pendidikan buruk

Selanjutnya

Jelang referendum, Presiden Perancis akan kunjungi Kaledonia Baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe