Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Bangunan pospol Kelapa Lima dipalang pemilik ulayat
  • Kamis, 02 November 2017 — 09:28
  • 845x views

Bangunan pospol Kelapa Lima dipalang pemilik ulayat

Bangunan pos polisi (pospol) di Kuda Mati, kelurahan Kelapa Lima, kabupaten Merauke, sejak beberapa bulan lalu dipalang pemilik ulayat. Akibatnya, polisi yang ditempatkan di pos tersebut terpaksa ditarik. Pemalangan dilakukan lantaran belum ada pembayaran sewa tanah sesuai kesepakatan bersama pemerintah setempat.
Bangunan pos polisi di Kelapa Lima yang dipalang dan tak ditempati lagi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi - Bangunan pos polisi (pospol) di Kuda Mati, kelurahan Kelapa Lima, kabupaten Merauke, sejak beberapa bulan lalu dipalang pemilik ulayat. Akibatnya, polisi yang ditempatkan di pos tersebut terpaksa ditarik. Pemalangan dilakukan lantaran belum ada pembayaran sewa tanah sesuai kesepakatan bersama pemerintah setempat.

Hal ini disampaikan Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung, kepada sejumlah wartawan di kantornya, Rabu (1/11/2017).

Dikatakan, awal pembangunan pospol tersebut setelah adanya keluhan masyarakat jika sering ada gangguan kamtibmas.

Sebagai tindaklanjutnya, jelas Kapolres, sebelum pospol dibangun beberapa tahun silam, telah ada kesepakatan pemilik ulayat bersama Pemerintah kabupaten (Pemkab) Merauke. Dimana, biaya sewa tanah kepada pemilik sebesar Rp 15 juta per tahun.

Memasuki akhir tahun 2016, katanya, pembayaran dihentikan dan tak dilanjutkan lagi. Akibatnya, pemilik ulayat mengambil langkah pemalangan.

“Ketika anggota kami hendak menempati pospol, disuruh pulang. Pospol tersebut tak ditempati lagi sampai sekarang. Saya sudah memberikan pemahaman kepada pemilik ulayat bahwa tak ada pos anggaran dari kepolisian, namun tak direspon pemilik ulayat dan pemalangan terus dilakukan hingga sekarang,” katanya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Soeryadi, menambahkan meskipun anggota tak menempati  pospol Kelapa Lima, namun patroli secara rutin tetap dilakukan anggota setiap hari.

“Memang sering ada laporan masyarakat jika terjadi keributan, akibat orang mengkonsumsi minuman lokal. Ini juga menjadi salah satu pemicu munculnya kasus kriminalitas,” tuturnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Festival budaya kamp, masyarakat Waningap Nanggo diberikan nasi bungkus basi

Selanjutnya

Kapolres: Laka lantas di Merauke 90 persen karena minol

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 6665x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6298x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5893x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe