Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemerintah Kepulauan Solomon diambang keruntuhan
  • Kamis, 02 November 2017 — 10:21
  • 6241x views

Pemerintah Kepulauan Solomon diambang keruntuhan

“Dia mengubah pendekatannya, beralih dari kebijakan-kebijakan utama kami, dan dia telah banyak mendengarkan orang-orang luar dibanding mendengarkan kami para menteri. Oleh karena itulah saya tidak percaya dia, dan mengapa saya memutuskan untuk mengundurkan diri.”
Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare. – RNZI/ Supplied
RNZI
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Honiara, Jubi – Pemerintah Kepulauan Solomon dibawah Perdana Menteri Manasseh Sogavare terancam berada di ambang kehancuran setelah serangkaian pengunduran diri oleh sejumlah menteri.

Tujuh menteri, termasuk Wakil Perdana Menteri Manasye Maelanga, mengajukan pengunduran diri mereka pada hari Sabtu lalu (28/10/2017).

Diantara para ‘pembangkang’ itu juga termasuk dua mantan Perdana Menteri Danny Phillip dan Snyder Rini, menambah dugaan terkait laporan yang beredar adanya sebuah kelompok baru yang terbentuk untuk mengubah pemerintah.

Kelompok tersebut memusatkan upaya lobinya di Hotel Honiara, dan kemarin menerima lebih banyak menteri dan backbenchers, anggota Parlemen atau legislator yang tidak memiliki kantor pemerintah dan bukan juru bicara pemerintah.

Mereka mengklaim pemerintah saat ini, disebut Koalisi Demokrat untuk Perubahan, telah kehilangan kepercayaan dan keyakinan terhadap kepemimpinan Sogavare.

Namun kantor perdana menteri menegaskan bahwa pemerintah masih bersatu.

Kelompok Honiara Hotel itu mengklaim dukungan oleh mayoritas anggota parlemen di dalam parlemen dengan 50 kursi itu dan berencana melakukan mosi tidak percaya terhadap Sogavare dalam beberapa minggu mendatang.

Salah satu menteri yang mengundurkan diri dari pemerintah, Synder Rini, mengatakan Sogavare saat ini telah berhenti mendengarkan suara orang lain.

Rini, mantan Menteri Perikanan, mengatakan perdana menteri telah kehilangan arah sejak pemerintah dibentuk pada 2014.

“Dia mengubah pendekatannya, beralih dari kebijakan-kebijakan utama kami, dan dia telah banyak mendengarkan orang-orang luar
dibanding mendengarkan kami para menteri. Oleh karena itulah saya tidak percaya dia, dan mengapa saya memutuskan untuk mengundurkan diri.”

Snyder Rini juga mengatakan dirinya dan anggota perlemen lainnya tidak senang dengan pengaruh keponakan PM Sogavare, Robson Djokovic, sebagai Kepala Staf Kabinet. Anggota pemerintah yang masih berkomitmen pada Sogavare mengatakan mereka yakin dan akan mempertahankan mayoritas anggota parlemen.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Jelang referendum, Presiden Perancis akan kunjungi Kaledonia Baru

Selanjutnya

Diary of disaster: Hari-hari terakhir di Pusat Penahanan Manus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe