Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. PLN UIP rencanakan pembangunan pembangkit 395 MW di Papua
  • Kamis, 02 November 2017 — 10:37
  • 699x views

PLN UIP rencanakan pembangunan pembangkit 395 MW di Papua

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua Maluku akan mengerjakan proyek pembangunan pembangkit sebesar 395 MW. Poyek tersebut kini tengah dalam proses persiapan pengadaan dan diperkirakan proyek ini akan selesai pada 2019.
Pembangunan pembangkit listrik milik PLN – Dok Jubi
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua Maluku akan mengerjakan proyek pembangunan pembangkit sebesar 395 MW. Poyek tersebut kini tengah dalam proses persiapan pengadaan dan diperkirakan proyek ini akan selesai pada 2019.

General Manager PT PLN UIP Papua Maluku, Henrison A. Lumbanradja, mengungkapkan pembangunan pembangkit Listrik sebesar 395 MW merupakan target hingga 2019 dari penyelesaian program 35.000 MW di Indonesia bagian Timur terutama Papua.

“Setelah first sycnronation PLTMG Holtekam 50 MW, diperkirakan akan Commercial Operation Date (COD) pada pertengahan November 2017 dan PLTMG Nabire nanti di akhir Desember, kini kami akan fokus pada beberapa proyek yang harus COD di tahun 2018,” ujarnya kepada Jubi, Rabu (1/11/2017).

Lumbanradja mengungkapkan pembangunan pembangkit yang  COD tahun 2018 itu ada di Merauke sebesar 40 MW, Serui sebesar 10 MW, Manokwari sebesari 20 MW,  Raja Ampat sebesar 10 MW, Sorong sebesar 30 MW, dan Jayapura sebesar 40 MW. Timika sebesar 10MW, Fakfak sebesar 10 MW, dan Kaimana sebesar  10MW.

“Tambahan di tahun 2019 akan dibangun lagi hingga kurang lebih 120 MW lagi,” ujarnya.

Sementara untuk mewujudkan Papua terang hingga 85 persen, kata Lumbanradja, merupakan program PLN WP2B dimana mereka akan membangun pembangkit di daerah terisolasi hingga  1.900 desa yang akan dilistriki di seluruh Papua dan Papua Barat.

“Pada hari listrik nasional ke-72, terpenuhi sebanyak 101 kampung dengan listrik desa. Proyek tersebut sebagai bagian penyempurnaan guna memenuhi ratio elektrifikasi 85 persen pada tahun 2019,” ujarnya. 

Terkait dengan kebutuhan, Lumbanradja mengemukakan kurang lebih Rp 8 triliun dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek pembangunannya hingga 2019 nanti.

Direktur Bisnis PT PLN Regional Maluku Papua, Ahmad Rofiik, mengungkapkan sesuai program PLN Regional Maluku dan Papua yaitu Papua Terang pada 2020, di mana rasio elektrifikasi khususnya di Papua diharapkan diatas 85,96 peraen, maka pembangunan infrastuktur tenaga listrik pada beberapa kampung, distrik, dan kabupaten yang belum teraliri listrik telah dibangun sehingga 2020.

"Pembangunan pembangkit listrik ini telah selaras dengan program Indonesia Terang dan mendukung rencana penyelenggaraan PON XX di Papua termasuk di beberapa kabupaten yang ada venue PON 2020, " tandasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bahan makanan dan transportasi udara turut andil inflasi

Selanjutnya

UMP Papua naik 8,71 persen diapresiasi beragam 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe