Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Dampak bocornya data 46 juta pengguna ponsel Malaysia
  • Kamis, 02 November 2017 — 17:21
  • 433x views

Dampak bocornya data 46 juta pengguna ponsel Malaysia

Data yang dicuri itu pada akhirnya bisa berdampak ke semua warga Malaysia
Ilustrasi peretas. Reuters/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kuala Lumpur, Jubi - Otoritas Malaysia tengah menyelidiki upaya penjualan daring data lebih dari 46 juta pengguna telepon seluler di negaranya. Jika terbukti, ini akan menjadi salah satu kebocoran data pelanggan terbesar yang terjadi di Asia.

Penjebolan data besar-besaran ini diyakini dialami oleh hampir seluruh populasi Malaysia. Pertama kali dilaporkan pada bulan lalu oleh Lowyat.net, situs berita teknologi lokal, seorang sumber menyebut ada pihak yang mencoba untuk menjual basis data informasi pribadi di forum yang dikelolanya.

Menteri Komunikasi dan Multimedia Salleh Said Keruak mengatakan regulator internet di negaranya, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia, tengah menyelidiki informasi itu bersama dengan pihak kepolisian.

"Kami telah mengidentifikasi sejumlah potensi sumber kebocoran dan akan menyelesaikan penyelidikan ini dalam waktu dekat," kata Salleh kepada wartawan pada Rabu (1/11/2017).

Data yang dibocorkan termasuk sejumlah daftar nomor telepon, nomor kartu identitas, alamat rumah, dan data kartu SIM milik 46,2 juta pelanggan dari setidaknya 12 operator seluler Malaysia.

Peneliti keamanan siber menyatakan data yang bocor itu cukup ekstensif untuk memungkinkan penjahat membuat identitas palsu dan berbelanja di internet.

Justin Lie, CEO Cashsfield, perusahaan anti-penipuan di Singapura, membandingkan kasus di Malaysia ini dengan "derajat kerumitan" serangan siber terhadap perusahaan kredit Equifax, korban penjebolan 145,5 juta informasi sensitif pelanggan di Amerika Serikat.

"Kini para peretas mempunyai informasi lebih berkualitas seperti tanggal lahir, nomor IC, nomor ponsel, alamat surel dan kata sandi," kata Lie mengomentari serangan di Malaysia.

Pelanggan penyedia layanan terbesar Malaysia, termasuk Maxis, Celcom dan Digi dari Axiata Group, turut menjadi korban serangan ini.

Kepala Komisi Komunikasi dan Multimedia Mazlan Ismail menyatakan pihaknya telah bertemu dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi setempat untuk bekerja sama dalam penyelidikan. Demikian dilaporkan kantor berita Bernama sebagaimana dikutip Reuters.

Celcom, Maxis dan Digi secara terpisah menyatakan tengah bekerja sama dengan otoritas dalam kasus ini.

Pengamat keamanan siber mengatakan bocornya data itu bisa membuat pelaku kejahatan memanfaatkan data mereka untuk belanja daring.

Menurut kantor berita Bernama, Kepala opersional MCMC Mazlan Ismail mengatakan dua hari lalu para pembuat kebijakan sudah bertemu dengan perusahaan penyedia layanan untuk meminta kerja sama mereka dalam penyelidikan kasus ini.

Peneliti keamanan siber berbasis di Singapura mengatakan bocornya data itu awalnya dijual ke sejumlah forum bawah tanah. Salah satu pengguna dilaporkan mengunggah sebuah tautan berisi data itu untuk diunduh secara gratis.

Penduduk Malaysia berjumlah sekitar 32 juta jiwa namun di antara mereka mempunyai lebih dari satu nomor ponsel. Harian The Star melaporkan, sejumlah nomor tidak aktif dan masa tenggang juga termasuk data yang bocor.

"Data yang dicuri itu pada akhirnya bisa berdampak ke semua warga Malaysia," kata Bryce Boland, Kepala teknologi FireEye's di Asia Pasifik. (*)

Sumber: CNN Indonesia/Merdeka.com

 

loading...

#

Sebelumnya

Jalan panjang Puigdemont, setelah Catalonia merdeka

Selanjutnya

Ketika seni jadi senjata untuk melawan..

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe