close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. UMP Papua naik 8,71 persen diapresiasi beragam 
  • Jumat, 03 November 2017 — 10:30
  • 774x views

UMP Papua naik 8,71 persen diapresiasi beragam 

Keputusan Pemerintah provinsi (Pemprov) Papua menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 sebesar Rp 2.895.650 yang merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan rekomendasi Dewan Pengupahan setempat diapresiasi beragam. 
Pekerja di salah satu supermarket di kota Jayapura - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Keputusan Pemerintah provinsi (Pemprov) Papua menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 sebesar Rp 2.895.650 yang merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan rekomendasi Dewan Pengupahan setempat diapresiasi beragam. 

Zaher, tenaga cleaning service yang mempunyai anak 2 ini mengaku masih merasakan kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan sehari-harinya.

“Dengan gaji saya sebesar Rp 3,2 juta ini kami masih merasakan kurang sebab harga-harga sekarang ini sudah dirasakan naik, apalagi jika mendengar UMP naik biasanya diikuti dengan kenaikan harga-harga yang ada di pasaran. Biaya kos mungkin akan naik juga,” ujarnya.

Meski kenaikan UMP itu dirasa masih kurang, dirinya bersyukur karena kenaikan ini menambah gaji yang diterimanya.

Marco, sekuriti di perbankan di Ruko Dok II, mengaku sangat bersyukur dengan kenaikan tersebut sebab ia menilai ini akan menambah pundi-pundi gaji yang diterimanya.

“Lumayan, karena akan menambah gaji pokok saya. Dimana hanya merncapai Rp,2,7 juta Itu belum tambahan dari ongkos lembur kalau bersih terima Rp 5 juta per bulan,” tegasnya.

Purwanto, pegawai swasta, mengatakan kenaikan UMP tersebut tinggal menunggu keputusan Gubernur Papua.

“Jika itu sudah final maka bisa dikatakan bisa menerima UMP Rp 2,985 juta. Basanya sih kita akan terima penyesuaian pada April, jadi saya akan terima rapelan,” jawabnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Yan Piet Rawar, mengatakan terjadi kenaikan 8,71 persen dari UMP 2017 sebesar Rp 2.663.646,50.

Selain itu UMP dihitung berdasarkan inflasi Papua sebesar 3,72 persen dan PDRB (Produk Domestic Regional Bruto) atau pendapatan kotor domestik 4,99 persen.

“Penetapan ini dilakukan melalui sidang selama dua kali untuk menentukan kenaikan ini, di mana hasilnya belum ada kesepakatan tentang kenaikan ini, karena ada perbedaan persepsi,” tuturnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

PLN UIP rencanakan pembangunan pembangkit 395 MW di Papua

Selanjutnya

Diusulkan go public, Bank Papua nyatakan masih fokus berbenah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4914x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4250x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2476x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2431x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe