Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Listrik sering padam, ORI Papua fasilitasi masyarakat bicara dengan PLN 
  • Jumat, 03 November 2017 — 10:27
  • 555x views

Listrik sering padam, ORI Papua fasilitasi masyarakat bicara dengan PLN 

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Papua akan menggelar audensi antara PLN dengan tokoh masyarakat di kota Jayapura, merespon seringnya listrik padam di kota Jayapura.
Tower SUTT di Nimbokrang yang rusak akibat tertimpa pohon yang ditebang warga berapa waktu lalu - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Papua akan menggelar audensi antara PLN dengan tokoh masyarakat di kota Jayapura, merespon seringnya listrik padam di kota Jayapura.

Keluhan seringnya listrik padam salah satunya dikemukakan anggota Dewan Adat Papua, John R Gobay. Dia mengatakan sebagai BUMN yang ada adalah bagian pelayanan publik dan tanggung jawab negara memberikan ketegasan pelayanan kepada masyarakat. 

“Kita tinggal di Jayapura ini sering sekali mati lampu. Ombudsman harus panggil PLN. Kita ingin lihat apa masalah sebenarnya,” ujarnya dalam Talkshow Ombudsman dengan tokoh masyarkat, di salah satu hotel di kota Jayapura, Kamis (2/10/2017).

Gobay berharap nantinya masyarkat tidak akan dirugikan kembali sebab banyak dari masyarkat yang dirugikan dengan seringnya listrik padam di kota Jayapura.

Kepala ORI Papua, Sabar Iwanggin, berjanji akan memediasi masyarakat untuk berbicara langsung dengan manajemen PLN. 

“Kami akan atur secepatnya. Ini kan persoalan layanan publik dan masyarakat ingin tahu ada masalah apa yang membelit PLN. Kami akan memediasi pertemuan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Manager area PT PLN Area Jayapura, John S Yarangga, mengemukakan bahwa kekurangan atau defisit daya sebesar 17 MW membuat listrik padam bergiliran.

“Akhir Oktober itu kami mendapatkan musibah dimana kabel transmisi SUTT 70 Kv di daerah Nimbokrang putus akibat tertimpa pohon yang ditebang masyarkat sehingga listrik dari PLTA Oria Genyem terhambat sehingga tak masuk ke sistem Jayapura,” tegasnya.

Dengan sinkronisasi yang dilakukan di PLTMG beberapa waktu lalu membuat secara tidak langsung defisit daya bisa sedkit diatasi dengan masuknya 5 MW dan diperkirakan mencapai 30 MW pada dalam November.

“Itu beberapa waktu terjadi kekurangan daya. Kami juga minta agar perusahaan-perusahaan untuk menghidupkan captive power dan saat ini kami melakukan peminjaman emergency tower dari Jawa Timur sambil menunggu pembangunan tower 70 Kv pengganti yang terkena pohon,” tegasnya.

Iapun mengakui untuk daya yang ada di kelistrikan Jayapura sudah mencapai 84 MW sedangkan kebutuhan riil hanya 68 MW, sehingga surplus daya yang ada mencapai 16 MW.

“Jikalaupun ada listrik padam merupakan gangguan teknis dan pihaknya akan segera melakukan penormalan kembali. Kita berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi upaya pemadaman,” pungkasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Temui korban kebakaran, Wali Kota Tomi apresiasi keswadayaan warga

Selanjutnya

Eks pasar Youtefa akan dibangun rusunawa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe