Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Maraknya anak SD pegang HP, orang tua harus waspada
  • Jumat, 03 November 2017 — 12:06
  • 603x views

Maraknya anak SD pegang HP, orang tua harus waspada

Kepala sekolah dasar (SD) Inpres Komba Sentani, Agustina Sokoy, mengimbau terkait maraknya penggunaan HP pada anak usia sekolah dasar (SD), seharusnya anak ada dalam kontrol orang tua. Namun yang terjadi selama ini pengawasan orang tua praktis tidak ada.
Murid-murid SD Inpres di Sentani, kabupaten Jayapura, saat menikmati waktu istirahat di sekolah - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Kepala sekolah dasar (SD) Inpres Komba Sentani, Agustina Sokoy, mengimbau terkait maraknya penggunaan HP pada anak usia sekolah dasar (SD), seharusnya anak ada dalam kontrol orang tua. Namun yang terjadi selama ini pengawasan orang tua praktis tidak ada.

“Dalam sosialisasi pendidkan karakter anak, yang boleh pegang HP anak usia 14 tahun keatas. Anak dibawah 14 tahun belum boleh pegang HP. Sekarang yang terjadi, anak belum cukup umur, ulang tahun diberi hadiah HP sama orang tuanya. Anak kelas 5 SD dibiarkan pegang HP,” kata Agustina Sokoy, saat ditemui Jubi, di ruang kerjanya, Rabu (1/11/2017).

Agustina mengatakan siapa saja boleh pegang HP namun orang tua harus mempertimbangkan apakah si anak sudah cukup umur untuk dipercaya menggunakan HP.

“Orang tua harus hati-hati, jangan asal memberikan HP. Tanpa kontrol dari orang tua, bisa berakibat fatal bagi perkembangan mental anak. Pengaruh  negatif  penggunaan HP harus benar-benar dipertimbangkan sebelum orang tua memberi HP ke anaknya,” jelas Agustina.

“Dengan adanya pendidikan karakter itu kami akan melakukan kontrol dengan mengunakan HP di sekolah. Kami tidak izinkan anak membawa HP ke sekolah,” ucapnya menambahkan.

Menurut Agustina, pengunaan HP biagi anak-anak sekolah dasar ternyata hal yang tidak baik bagi mereka, karena akan menganggu konsentrasi belajar. Waktu belajar anak-anak tersita karena lebih fokus bermain Facebook, Whatssp, BBM, Twitter, dan media sosial yang lain.

“Sebenarnya anak-anak ini tidak boleh pegang HP cuman kembali kepada orang tua saja. Kalo kasih HP Nokia kayu tidak apa-apa. Tapi ini dorang kasih HP canggih yang kamera dan internet. Tinggal masuk ke Google dan ketik saja akan muncul apa yang mereka maui. Seharusnya orang tua juga sadar akan hal negatif dari HP,” ucap Udin, salah seorang ortu murid kelas 4, SD Inpres Komba. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kebun gizi, hasil kerja bareng guru dan siswa SD Inpres Komba

Selanjutnya

BKKBN Papua libatkan swasta membina budaya kerja

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe