Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Hampir empat tahun longsor di sungai Kaliharapan diabaikan
  • Jumat, 03 November 2017 — 18:04
  • 1740x views

Hampir empat tahun longsor di sungai Kaliharapan diabaikan

Longsor di bantaran sungai hingga mendekati jembatan dan rumah warga membahayakan, karena jaraknya hanya dua meter dari arus sungai. Jika hal itu dibiarkan ia khawatir akan menghanyutkan rumah warga.
Seoarang warga menunjukan longsor di sungai kaliharapan yang tak kunjung ditangani, -Jubi/CR
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nabire, Jubi – Pemerinah Kabupaten Nabire diminta segera membantu masalah longsor yang menimpa warga di pinggiran sungai, khususnya pinggiran jembatan Kaliharapan yang terjadi hampir empat tahun ini.

“Sampai saat ini belum ada realisasi bantuan,” kata Yuliana Kabiay, seorang warga yang bermukim tak jauh dari jembatan Kaliharapan, saat diwawancarai Jubi, Jumat (3/11/2017).

Yuliana menyebutkan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Nabire pernah datang dan berjanji memberikan semen, kayu, dan besi, namun hingga saat ini belum terwujud.

“Sudah lama kami menunggu. BPBD Kabupaten Nabire sebelumnya berjanji. Namun sampai sekarang belum datang,” kata Yuliana, menambahkan.

Menurut dia, longsor di bantaran sungai hingga mendekati jembatan dan rumah warga membahayakan, karena jaraknya hanya dua meter dari arus sungai. Jika hal itu dibiarkan ia khawatir akan menghanyutkan rumah warga.

Ketua RT 05 desa Kaliharapan, Aleks Wanimbo, mengatakan selama ini pemerintah jangan hanya menjanjikan bantuan, karena bencana longsor yang dihadapi warga sebagai musibah bencana alam.

“Kami minta persoalan ini harus ditangani serius. Masyarakat di pinggiran sungai dan jembatan Kaliharapan menghadapi ancaman bahaya besar,” kata Aleks.

Kondisi yang terjadi di jembatan itu berbeda dengan di jembatan Bumiwonorejo dan  jembatan Sanoba yang sudah dibangun pemerintah, namun masalah longsor di tempatnya belum tersentuh.

“Kasihan masyarakat yang akan jadi korban kalau dibiarkan begitu berlarut-larut,” katanya. (*) CR-1

loading...

Sebelumnya

Setiap kelurahan di Biak ditarget miliki bank sampah

Selanjutnya

Harga BBM eceran di Kirihi Waropen Rp 100 ribu per liter

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4856x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4265x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4105x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3462x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2917x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe